Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Februari 2026 | 03.15 WIB

Seseorang yang Memiliki Kebiasaan Berjalan-jalan dengan Anjing di Sore Hari, Biasanya Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berjalan-jalan dengan anjing./Freepik/marymarkevich

 
JawaPos.com - Berjalan-jalan bersama anjing di sore hari mungkin terlihat seperti kebiasaan sederhana. Namun, dalam perspektif psikologi, rutinitas kecil ini sering kali mencerminkan pola kepribadian yang lebih dalam. 
 
Seseorang yang konsisten meluangkan waktu setiap sore untuk berjalan santai dengan anjingnya bukan hanya sedang memenuhi kebutuhan hewan peliharaan—ia juga sedang menunjukkan nilai, sikap, dan karakter tertentu.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (25/2), terdapat delapan ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tersebut menurut kajian psikologi perilaku dan kepribadian.

1. Disiplin dan Konsisten


Anjing membutuhkan rutinitas. Mereka makan, bermain, dan berjalan pada jam yang relatif sama setiap hari. Pemilik yang setia mengajak anjingnya berjalan-jalan di sore hari menunjukkan tingkat self-discipline yang tinggi.

Dalam teori Big Five Personality Traits, kebiasaan ini sering berkaitan dengan dimensi conscientiousness—yaitu sifat terorganisir, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan. Orang seperti ini cenderung menepati janji dan menjaga komitmen, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun.

2. Empati yang Tinggi

Berjalan bersama anjing bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga bentuk kepedulian. Pemilik yang peka terhadap kebutuhan hewan peliharaannya biasanya memiliki empati yang kuat.

Empati ini tidak hanya terbatas pada hewan, tetapi juga sering tercermin dalam hubungan sosial mereka. Mereka cenderung:

Mudah memahami perasaan orang lain

Responsif terhadap kebutuhan emosional

Suka membantu tanpa pamrih

Psikologi sosial menunjukkan bahwa kepedulian terhadap hewan sering berhubungan dengan kemampuan perspective-taking yang baik.

3. Menyukai Ketenangan dan Refleksi


Sore hari identik dengan suasana yang lebih tenang. Cahaya matahari yang redup, udara yang mulai sejuk, dan ritme lingkungan yang melambat menciptakan ruang untuk refleksi.

Orang yang menikmati berjalan sore bersama anjing biasanya:

Nyaman dengan momen hening

Suka berpikir mendalam

Menggunakan waktu berjalan sebagai sarana mental reset

Aktivitas ini sering menjadi bentuk meditasi ringan yang membantu mengurangi stres dan kecemasan.

4. Aktif dan Peduli Kesehatan


Kebiasaan berjalan kaki setiap hari menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan fisik. Bahkan jika motivasi awalnya adalah kebutuhan anjing, manfaatnya tetap dirasakan oleh pemiliknya.

Dalam psikologi kesehatan, individu yang secara rutin melakukan aktivitas fisik ringan cenderung:

Memiliki regulasi stres yang lebih baik

Lebih stabil secara emosional

Memiliki energi positif yang konsisten

Kebiasaan ini juga menunjukkan self-care yang sehat tanpa harus dilakukan secara ekstrem.

5. Sosial namun Tidak Berlebihan


Berjalan bersama anjing sering membuka peluang interaksi sosial ringan—menyapa tetangga, berbincang singkat dengan sesama pemilik anjing, atau sekadar tersenyum kepada orang yang lewat.

Orang dengan kebiasaan ini biasanya berada di titik tengah antara introvert dan ekstrovert (ambivert):

Nyaman berinteraksi

Tidak mencari perhatian berlebihan

Menikmati percakapan kasual yang hangat

Anjing sering menjadi “jembatan sosial” yang memudahkan koneksi tanpa tekanan.

6. Bertanggung Jawab dan Dapat Diandalkan

Memelihara anjing bukan tugas ringan. Dibutuhkan komitmen jangka panjang—memberi makan, menjaga kesehatan, hingga menyediakan waktu berjalan setiap hari.

Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa individu yang mampu merawat makhluk hidup lain secara konsisten memiliki:

Rasa tanggung jawab tinggi

Kemampuan perencanaan jangka panjang

Stabilitas emosional

Kebiasaan berjalan sore adalah bukti kecil dari komitmen besar tersebut.

7. Mampu Mengatur Emosi


Interaksi dengan anjing terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan hormon oksitosin (hormon keterikatan dan kebahagiaan).

Seseorang yang rutin berjalan dengan anjingnya sering memiliki:

Regulasi emosi yang lebih baik

Tingkat kesabaran tinggi

Kemampuan menenangkan diri secara alami

Berjalan sore menjadi ritual sederhana untuk menjaga keseimbangan batin.

8. Menghargai Momen Sederhana


Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi digital, meluangkan waktu untuk berjalan santai bersama anjing menunjukkan kemampuan menikmati hal-hal kecil.

Orang seperti ini biasanya:

Tidak selalu mengejar sensasi besar

Menghargai rutinitas sederhana

Memiliki rasa syukur yang stabil

Psikologi positif menekankan bahwa kebahagiaan jangka panjang sering kali datang dari konsistensi dalam menikmati momen kecil, bukan dari peristiwa luar biasa.

Penutup


Kebiasaan berjalan-jalan dengan anjing di sore hari mungkin tampak biasa saja. Namun jika dilihat dari kacamata psikologi, rutinitas ini bisa menjadi cerminan karakter yang disiplin, empatik, reflektif, bertanggung jawab, dan seimbang secara emosional.

Tentu saja, tidak semua pemilik anjing memiliki seluruh delapan ciri ini. Kepribadian manusia tetap kompleks dan unik. Namun satu hal yang jelas: mereka yang setia berjalan bersama anjingnya setiap sore sedang membangun lebih dari sekadar rutinitas—mereka sedang memelihara kesehatan fisik, stabilitas mental, dan hubungan yang penuh makna.

Dan mungkin, di antara langkah-langkah kecil itu, tersimpan rahasia kebahagiaan yang sederhana namun mendalam.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore