
seseorang yang kurang memiliki kesadaran diri./Freepik/azerbaijan_stockers
JawaPos.com - Kesadaran diri (self-awareness) adalah salah satu fondasi terpenting dalam hubungan sosial yang sehat.
Dalam psikologi, kesadaran diri merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengenali pikiran, emosi, sikap, serta dampak perilakunya terhadap orang lain. Sayangnya, tidak semua orang menyadari seberapa besar sikap mereka memengaruhi lingkungan sekitar.
Menariknya, kurangnya kesadaran diri sering kali tidak terlihat dalam bentuk perilaku ekstrem, melainkan melalui kebiasaan sosial kecil yang berulang.
Orang yang bersangkutan mungkin merasa “biasa saja”, sementara orang lain justru merasa lelah, tidak dihargai, atau bahkan terintimidasi.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (9/1), menurut berbagai kajian psikologi sosial dan perilaku, jika seseorang secara konsisten menunjukkan tujuh perilaku berikut dalam interaksi sosial, besar kemungkinan mereka memiliki tingkat kesadaran diri yang rendah.
1. Selalu Membuat Percakapan Berpusat pada Diri Sendiri
Seseorang dengan kesadaran diri yang baik memahami bahwa percakapan adalah ruang berbagi, bukan panggung tunggal. Sebaliknya, orang yang kurang sadar diri cenderung mengalihkan hampir setiap topik kembali ke pengalaman, masalah, atau pencapaiannya sendiri.
Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan rendahnya perspective-taking, yaitu kemampuan melihat dari sudut pandang orang lain. Mereka mungkin tidak bermaksud egois, tetapi gagal menyadari bahwa lawan bicara juga ingin didengar dan divalidasi.
Akibatnya, hubungan sosial terasa timpang: satu pihak berbicara, pihak lain hanya menjadi pendengar pasif.
2. Sulit Menerima Kritik, Sekecil Apa pun Itu
Kesadaran diri memungkinkan seseorang memisahkan kritik terhadap perilaku dari serangan terhadap harga diri. Orang yang kurang memiliki kesadaran diri sering bereaksi defensif, tersinggung, atau bahkan marah saat menerima masukan.
Dalam psikologi, reaksi ini menunjukkan kurangnya refleksi diri dan regulasi emosi. Alih-alih bertanya, “Apakah ada kebenaran dalam kritik ini?”, mereka langsung berpikir, “Aku diserang.”
Lambat laun, orang-orang di sekitarnya akan memilih diam, bukan karena tidak ada masalah, tetapi karena lelah menghadapi reaksi emosional yang berlebihan.
3. Sering Memotong Pembicaraan Orang Lain
Memotong pembicaraan bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga soal kesadaran akan ritme sosial. Orang yang sering melakukan ini biasanya lebih fokus pada apa yang ingin mereka katakan dibanding memahami apa yang sedang disampaikan orang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022