Rekan kerja toksik bisa menghancurkan semangat seluruh tim di kantor, kenali tanda-tandanya sebelum energi positifmu terkuras habis.
Menurut Professor Emerita Susan Krauss Whitbourne, Ph.D., perilaku seperti ini muncul dari dorongan untuk menjatuhkan orang lain demi kepentingan diri sendiri.
Fenomena ini sering kali tidak masuk akal bagi orang yang sehat secara emosional. Namun, seperti dijelaskan oleh blogger Taty Domini, orang yang tidak bahagia akan melakukan apa saja untuk merusak suasana kerja orang lain.
Dilansir dari Your Tango, berikut 6 perilaku orang sengsara di kantor yang bisa merusak hari semua orang dan cara terbaik untuk menghadapinya.
Beberapa orang memang tidak punya tata krama, entah karena tidak diajarkan sejak kecil atau karena terlalu tenggelam dalam kepahitan hidupnya. Orang seperti ini biasanya berbicara seenaknya, menyepelekan orang lain, dan sulit menunjukkan empati.
Penelitian dari University of Central Florida menemukan bahwa 70% karyawan pernah menghadapi rekan kerja yang kasar. Menurut kontributor Forbes, Dr. Cheryl Robinson, menghadapi orang semacam ini tidak bisa hanya dengan membiarkannya lewat. Jika diabaikan terus-menerus, sikap kasar dapat menurunkan produktivitas bahkan memicu konflik yang lebih besar.
Taty Domini menyarankan untuk pay them dust alias abaikan dengan tenang dan jangan biarkan mereka tahu bahwa perilaku itu memengaruhimu. Namun jika sikapnya sudah merusak suasana kerja, jangan ragu melapor pada atasan atau HR agar masalah tidak makin parah.
Baca Juga: Terlihat Baik-Baik Saja, Tapi 8 Sikap Ini Menunjukkan Anak Dewasa Anda Tidak Benar-Benar Sayang
Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada rekan kerja yang selalu merasa dirinya paling cerdas di ruangan. Orang seperti ini cenderung meremehkan ide orang lain dan haus pengakuan.
Menurut Amy Gallo dari TED, budaya kerja kompetitif sering kali justru memberi ruang bagi perilaku ini. Banyak perusahaan secara tak sadar menghargai orang yang tampak tahu segalanya, bukan mereka yang benar-benar bekerja kolaboratif. Akibatnya, orang-orang sok tahu ini malah jadi sumber stres bagi rekan satu timnya.
Berada di dekat orang yang penuh energi negatif bisa sangat menguras tenaga. Di kantor, hal ini terasa lebih berat karena kita dituntut untuk tetap produktif dan fokus.
Konsultan karier Lea McLeod mengatakan, Kamu tidak bisa mengendalikan orang lain, tapi kamu bisa mengendalikan bagaimana kamu merespons mereka. Jadi, daripada terseret dalam aura pesimis mereka, tetaplah positif dan jaga batas emosionalmu. Respon yang tenang dan profesional bisa jadi perisai terbaik menghadapi energi negatif.
Ini adalah bentuk paling berbahaya dari rekan kerja toksik. Orang yang sengsara sering kali menciptakan intrik dan gosip agar rekan yang tidak disukainya terlihat buruk di mata atasan.
Penulis NyRee Ausler dari YourTango menulis bahwa konflik semacam ini bisa menciptakan lingkungan kerja penuh stres yang akhirnya menurunkan performa dan reputasi seseorang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
