Ilustrasi quiet quitting./Freepik.
JawaPos.com – Quiet quitting atau fenomena karyawan diam-diam berhenti secara emosional dari pekerjaannya adalah tren baru di dunia kerja yang semakin banyak dibicarakan.
Istilah ini tidak berarti benar-benar berhenti, melainkan kondisi di mana seseorang tetap hadir secara fisik di kantor, tetapi sudah kehilangan motivasi, keterikatan, dan rasa kepedulian terhadap pekerjaannya.
Fenomena ini ternyata bukan hal kecil. Menurut laporan Gallup, hingga 85% karyawan di seluruh dunia bisa digolongkan sebagai quiet quitters, dengan hanya sekitar 15% yang benar-benar terlibat aktif.
Di Amerika Serikat, angka ini sedikit lebih baik, namun tetap tinggi.
Sekitar 67% pekerja terindikasi melakukan quiet quitting karena tingkat keterlibatan mereka lebih tinggi dibanding rata-rata global. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting.
Mengapa quiet quitting bisa terjadi begitu luas, apa dampaknya bagi produktivitas, dan bagaimana sebaiknya perusahaan maupun individu menyikapinya?
Simak penjelasan berikut yang dilansir dari Paychex dan ActivTrak.
Quiet quitting adalah kondisi karyawan yang secara perlahan melepaskan keterlibatan emosional maupun profesional dari pekerjaannya, tanpa benar-benar mengajukan resign secara formal.
Bedanya dengan resign biasa, quiet quitting berlangsung diam-diam sama seperti namanya.
komunikasi dengan atasan berkurang, antusiasme hilang, dan kontribusi hanya sebatas memenuhi deskripsi kerja yang tertulis.
Dari sudut pandang karyawan, quiet quitting sering kali merupakan bentuk protes sunyi.
Sebuah respon terhadap rasa tidak dihargai, beban kerja berlebihan, atau minimnya peluang berkembang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022