Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 08.17 WIB

Merasa Kosong dan Mati Rasa? Belum Tentu Depresi, Bisa Jadi Kamu Mengalami Emotional Numbness

Ilustrasi mati rasa emosional (Dok. Freepik)

JawaPos.com  Kenapa seseorang bisa mengalami emotional numbness atau mati rasa emosional? Emotional numbness, atau sering disebut sebagai mati rasa emosional, adalah kondisi ketika seseorang mengalami penurunan kemampuan untuk merasakan maupun mengekspresikan emosi. 

Alih-alih bisa merespons situasi dengan perasaan yang wajar, orang yang mengalami emotional numbness cenderung merasa hampa, datar, atau terlepas dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. 

Kondisi ini tidak sekadar "tidak peduli," melainkan bisa menjadi tanda adanya beban psikologis yang lebih dalam. Contohnya seperti stres berkepanjangan atau trauma emosional.

Menariknya, sebuah survei daring di Jepang terhadap 3.376 pasien dengan major depressive disorder (MDD) menemukan bahwa sekitar 67,1% responden melaporkan mengalami emotional blunting, yaitu salah satu bentuk emotional numbness

Bahkan, 10% di antaranya menilai gejalanya tergolong parah. Fakta ini menunjukkan bahwa mati rasa emosional bukanlah fenomena langka. Tetapi sebuah kondisi serius yang sering berkaitan dengan kesehatan mental seperti depresi, trauma, hingga stres kronis. 

Ingin tahu lebih lanjut tentang emotional numbness atau mati rasa? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Verywell Mind dan Healthline.

1. Penyebab Mati Rasa Emosional (Emotional Numbness)

Mati rasa emosional atau emotional numbness tidak terjadi begitu saja. Biasanya, kondisi ini muncul sebagai respons tubuh dan pikiran untuk melindungi diri dari rasa sakit, tekanan, atau pengalaman emosional yang terlalu berat. 

Awalnya, mekanisme ini bisa memberi "kelegaan" sementara, tetapi jika berlangsung lama, ia justru menghambat kita merasakan emosi secara sehat baik yang menyakitkan maupun yang menyenangkan.

Beberapa penyebab umum emotional numbness antara lain: 

Depresi dan Kecemasan – Depresi sering membuat seseorang kehilangan sensitivitas terhadap perasaan, hingga emosi terasa datar atau tumpul. 

Begitu juga dengan kecemasan, rasa takut berlebihan dan stres kronis dapat mendorong seseorang untuk menghindari emosi, termasuk yang positif, sebagai cara untuk menekan ketegangan.

Trauma dan PTSD – Pengalaman traumatis, baik dari masa kecil maupun peristiwa besar di masa dewasa, dapat memicu emotional numbness. 

Pada penderita PTSD, misalnya, mati rasa emosional muncul sebagai mekanisme untuk menghindari kenangan atau perasaan yang terlalu menyakitkan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore