Perfeksionis dicirikan dengan standar tinggi dan ketelitian, tetapi juga berisiko memicu stres dan kelelahan mental./Freepik.
JawaPos.com – Perfeksionis kerap dipandang sebagai sifat yang menguntungkan. Individu dengan karakter ini dikenal memiliki standar tinggi, disiplin, serta teliti dalam setiap pekerjaan.
Namun, di balik citra positifnya, perfeksionis juga menyimpan risiko tersendiri terhadap kesehatan mental bila tidak dikelola dengan baik.
Menurut Verywell Mind, perfeksionisme bukan sekadar keinginan untuk sukses, tetapi lebih pada dorongan untuk mencapai standar yang hampir mustahil.
Orang dengan kecenderungan ini sering merasa hasil kerjanya tidak pernah cukup baik, meski sudah maksimal.
Mengapa Perfeksionisme Terjadi?
Faktor penyebab perfeksionisme cukup kompleks. Artikel dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa pengaruh lingkungan, pengalaman masa kecil, hingga budaya yang menuntut pencapaian tinggi menjadi pemicu.
Selain itu, penelitian dalam PMC (2015) mengaitkan perfeksionisme dengan kecenderungan kecemasan dan depresi, terutama jika individu sulit menerima kegagalan.
Baca Juga: Empati Tinggi Bikin Mudah Dipercaya, tapi Rentan Burnout: Inilah Kepribadian Empath Menurut Ahli
Tanda-Tanda Kepribadian Perfeksionis Sejati
Psikolog mengidentifikasi sejumlah ciri yang sering muncul pada individu perfeksionis sejati. Beberapa di antaranya:
Standar Terlalu Tinggi
Menurut Walden University, perfeksionis kerap membuat target yang tidak realistis. Mereka ingin hasil sempurna bahkan untuk hal sepele. Dampaknya, meski pekerjaan selesai dengan baik, mereka tetap merasa ada yang kurang. Sikap ini bisa membuat produktivitas terhambat karena selalu mengulang pekerjaan demi mengejar kesempurnaan.
Takut Gagal dan Dikritik
Artikel Psychology Today menyebutkan bahwa perfeksionis memiliki ketakutan besar terhadap kegagalan. Kritik, sekecil apa pun, bisa membuat mereka merasa rendah diri.
Menunda Pekerjaan (Prokrastinasi)
Uniknya, perfeksionis sering menunda pekerjaan karena merasa belum cukup siap. Mereka takut memulai jika tidak yakin bisa memberikan hasil maksimal.
Sulit Delegasi
Perfeksionis biasanya enggan mempercayai orang lain. Menurut Personal Excellence Blog, mereka lebih memilih mengerjakan sendiri karena khawatir kualitas pekerjaan orang lain tidak sesuai standar mereka.
Mengaitkan Nilai Diri dengan Prestasi
Perfeksionis kerap mengukur harga dirinya dari pencapaian. Jika gagal, mereka cenderung menganggap dirinya tidak berharga.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
