Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 04.49 WIB

3 Kebiasaan Tersembunyi yang Dimiliki Orang Bahagia dan Jarang Disadari oleh Mereka yang Hidup dalam Lingkaran Negatif

Banyak orang mengejar kebahagiaan, namun hanya sedikit yang tahu bahwa ada tiga kebiasaan rahasia yang diam-diam dipraktikkan oleh orang-orang bahagia. /(Freepik ) - Image

Banyak orang mengejar kebahagiaan, namun hanya sedikit yang tahu bahwa ada tiga kebiasaan rahasia yang diam-diam dipraktikkan oleh orang-orang bahagia. /(Freepik )

JawaPos.com -Kebahagiaan sering dianggap sebagai puncak dari tujuan hidup. Kita diajarkan bahwa kebahagiaan adalah “hadiah” yang akan datang ketika semua masalah terselesaikan. Namun, pada kenyataannya, kebahagiaan bukanlah kondisi permanen yang bisa dicapai sekali lalu bertahan selamanya.

Para psikolog modern mengungkapkan bahwa kebahagiaan lebih tepat dipandang sebagai keseimbangan emosi—bagaimana kita menavigasi momen-momen baik dan buruk dalam hidup, bukan menghindari salah satunya.

Orang yang benar-benar bahagia bukan berarti hidupnya tanpa masalah. Bedanya, mereka memiliki kebiasaan mental dan emosional yang membuat mereka tetap stabil, bahkan ketika menghadapi badai kehidupan. Menariknya, tiga kebiasaan ini sering luput dari perhatian mereka yang hidup dalam lingkaran negatif.

Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan membahas secara mendalam tiga kebiasaan tersebut, lengkap dengan ilustrasi, sains di baliknya, dan langkah-langkah praktis untuk menerapkannya.

1. Melatih Pikiran Bawah Sadar untuk Selalu Mencari Sisi Positif

Otak manusia tidak bekerja seperti kamera yang merekam realitas apa adanya. Informasi yang masuk dari pancaindra terlebih dahulu disaring dan ditafsirkan oleh pikiran bawah sadar sebelum sampai ke kesadaran kita.

Contoh paling populer adalah ilusi ubin A dan B yang tampak berbeda warna, padahal sebenarnya sama. Ini membuktikan bahwa otak bawah sadar secara otomatis “mengedit” realitas berdasarkan persepsi, kebiasaan berpikir, dan keyakinan yang sudah tertanam.

Jika pikiran bawah sadar terprogram untuk pesimisme, ia akan:

Membesar-besarkan sisi buruk suatu peristiwa.

Mengabaikan sisi positifnya.

Membuat kita merasa hidup selalu merugikan.

Sebaliknya, jika pikiran bawah sadar terlatih untuk optimis, ia akan:

Memperkecil dampak hal negatif.

Menyoroti peluang atau sisi baik.

Membuat kita merasa hidup memberi banyak kemungkinan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore