Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 03.17 WIB

5 Kebiasaan "Normal" yang Sebenarnya Merupakan Tanda Stres Emosional Kronis, Anda Termasuk?

Ilustrasi main HP sambil tiduran. (Freepik) - Image

Ilustrasi main HP sambil tiduran. (Freepik)

JawaPos.com - Dulu saya mengira saya tenang, sampai saya mendapati diri saya menyegarkan kotak masuk saya setiap dua menit, rahang terkunci rapat, dan bertanya-tanya mengapa ingatan jangka pendek saya terasa seperti keju Swiss.

Mengenali stres kronis tidak selalu semudah panik yang mengencangkan dada atau pikiran yang terburu-buru. Terkadang ia bersembunyi dalam rutinitas yang kita beri label sebagai "normal.”

Dikutip dari geediting pada Sabtu (8/2), mari kita lihat lima kebiasaan yang mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi sering berbisik, saya membawa beban emosional yang lebih besar daripada yang saya sadari.

1. Terus-menerus menggulir ponsel Anda

Jika meraih ponsel Anda adalah hal pertama dan terakhir yang Anda lakukan setiap hari, catatlah. American Psychological Association menyebut orang-orang seperti kita sebagai "pemeriksa konstan" dan menemukan bahwa kita melaporkan stres yang lebih tinggi daripada mereka yang membatasi waktu layar.

"Stres berjalan lebih tinggi, rata-rata, untuk pemeriksa konstan daripada mereka yang tidak terlalu sering menggunakan teknologi.”

Notifikasi tanpa akhir membuat sistem saraf Anda waspada, membanjiri tubuh Anda dengan kortisol lama setelah Anda menutup aplikasi. Cobalah "matahari terbenam digital" selama 20 menit sebelum tidur-tanpa layar, cukup bernapas.

Saya menolak ini selama berbulan-bulan, dan kualitas tidur saya meningkat dua kali lipat dalam seminggu.

2. Mengatakan ya untuk semuanya

Kalender lengkap dapat menyamar sebagai produktivitas jika benar-benar melindungi diri. Komitmen yang berlebihan menunda saat-saat tenang di mana emosi yang tidak nyaman muncul. Tanyakan pada diri Anda: Jika saya menolak undangan ini, perasaan apa yang mungkin menyusul saya?

Pertanyaan itu membantu saya menukar kewajiban bolak‑balik selama dua malam kosong dalam seminggu-ruang di mana saya dapat meregangkan tubuh, membuat jurnal, atau sekadar menatap langit-langit tanpa rasa bersalah.

3. Balas dendam penundaan waktu tidur

Anda kelelahan, namun tengah malam mendapati Anda menonton serial yang hampir tidak Anda sukai. Ini adalah sinyal: stres di siang hari membuat Anda merasa tidak berdaya, jadi Anda mendapatkan kembali hak pilihan di malam hari-bahkan dengan mengorbankan istirahat.

Tukar pesta tiga episode dengan satu ritual yang disengaja: sepuluh halaman novel, yoga yin yang lembut, atau meditasi terpandu. Diri Anda di masa depan akan berterima kasih pada pukul 7 pagi.

4. Melupakan hal-hal sederhana

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore