Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 17.24 WIB

6 Tipe-tipe Penundaan Berdasarkan Gaya Perilaku Seseorang yang Perlu Disadari agar Tidak Mengganggu Aktivitas

Ilustrasi tipe-tipe penundaan berdasarkan gaya perilaku seseorang (lookstudio/freepik.com) - Image

Ilustrasi tipe-tipe penundaan berdasarkan gaya perilaku seseorang (lookstudio/freepik.com)

JawaPos.com - Ada berbagai jenis penundaan yang dipengaruhi oleh gaya perilaku masing-masing individu. Memahami tipe-tipe penundaan ini dapat membantu kamu lebih sadar terhadap kebiasaan yang mungkin selama ini tidak disadari, namun sebenarnya berdampak besar terhadap produktivitas harian.

Setiap orang mempunyai kecenderungan berbeda dalam menghadapi tugas dan tanggung jawab. Ada yang suka menunggu hingga detik terakhir karena merasa lebih kreatif di bawah tekanan, ada juga yang terus menunda akibat takut hasilnya tidak sempurna.

Mengetahui gaya penundaan ini bukan hanya penting untuk pengembangan diri, namun juga bisa jadi langkah awal dalam memperbaiki manajemen waktu serta mengurangi stres akibat pekerjaan yang menumpuk. Dikutip dari Very Well Mind, berikut ini tipe-tipe penundaan berdasarkan gaya perilaku seseorang yang perlu disadari agar tidak mengganggu aktivitas.

1. Perfeksionis

Kita sering menunda pekerjaan bukan karena tidak mampu, tapi karena merasa belum siap atau takut hasilnya tidak sesuai harapan. Ketakutan ini biasanya muncul pada mereka yang perfeksionis selalu ingin semuanya terlihat sempurna. Alih-alih langsung mulai, mereka menunggu waktu yang tepat, ide yang lebih matang, atau kondisi yang ideal. Sayangnya, momen sempurna itu kadang tidak pernah datang. Akhirnya, pekerjaan pun tertunda dan justru menambah stres.

Padahal, penundaan semacam ini sering disamarkan sebagai usaha menjaga kualitas. Nyatanya, itu merupakan bentuk rasa takut gagal dan takut dinilai. Menyadari hal ini bisa menjadi langkah awal untuk berubah. Hal terpenting adalah mulai dan terus bergerak maju. Lebih baik tugas selesai dengan hasil cukup baik, dibanding terus tertunda sebab menunggu sempurna.

2. Tidak pandai melihat detail

Sering dikira malas, padahal banyak orang menunda pekerjaan karena merasa tidak cukup teliti. Tugas-tugas yang penuh aturan, angka, atau langkah teknis sering terasa menakutkan bagi mereka yang kurang percaya diri dalam hal detail. Bukannya langsung dikerjakan, justru ditunda sebab takut salah atau kelewat sesuatu yang penting.

Sayangnya, semakin ditunda, tugas terasa makin berat dan akhirnya harus dikerjakan terburu-buru hasil pun jadi kurang maksimal. Kalau kamu merasa relate, tenang saja. Ini bukan soal kemampuan, namun soal pendekatan. Coba pecah tugas jadi bagian kecil, buat checklist, atau minta bantuan saat butuh kejelasan. Dengan begitu, kamu dapat lebih percaya diri dan tetap produktif tanpa terbebani kesempurnaan.

3. Defier

Beberapa orang bukan menunda karena malas, tetapi karena tidak suka apabila jadwal mereka diatur oleh orang lain. Mereka cenderung ingin mengatur ritme kerja sendiri, merasa lebih nyaman saat punya kendali penuh atas waktu dan cara menyelesaikan tugas. Sayangnya, sikap ini kadang membuat mereka menolak deadline, mengabaikan jadwal, atau menunda tugas hanya sebab merasa dipaksa.

Padahal, struktur waktu itu penting dalam menjaga produktivitas. Kalau kamu termasuk tipe ini, bukan berarti kamu tidak bisa disiplin. Kuncinya ada pada menemukan cara kerja yang fleksibel namun juga tetap terarah di mana kamu bisa bebas, tapi tetap bertanggung jawab.

4. Khawatir

Banyak orang menunda bukan karena malas, namun akibat enggan keluar dari zona nyaman mereka lebih memilih bertahan di wilayah yang sudah dikenal, meski tahu bahwa perubahan menjadi bagian dari pertumbuhan. Rasa takut ini bisa muncul saat tugas melibatkan hal baru, tanggung jawab yang lebih besar, atau situasi yang belum pernah dialami sebelumnya.

Ketidakpastian dan kekhawatiran akan hal-hal yang belum jelas sering membuat kita menunda sebagai bentuk perlindungan diri. Padahal, menunda hanya memperpanjang rasa cemas dan menghambat langkah menuju hal yang lebih baik. Mulai dengan langkah kecil mampu membantu membangun kepercayaan diri tanpa harus langsung meninggalkan zona nyaman sepenuhnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore