Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 18.24 WIB

Orang yang Tak Pernah Dapat Banyak Like di Media Sosial Kerap Punya 8 Ciri Perilaku Ini Menurut Psikologi, Apa Saja?

Perilaku orang yang tak pernah dapat banyak like di media sosial menurut psikologi - Image

Perilaku orang yang tak pernah dapat banyak like di media sosial menurut psikologi

JawaPos.com – Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan modern, di mana jumlah “like” sering kali dianggap sebagai tolok ukur popularitas atau penerimaan sosial. Namun, bagi sebagian orang, jumlah ‘suka’ yang sedikit bukan hanya soal algoritma, tetapi juga dapat mencerminkan ciri perilaku tertentu seseorang.

Menurut psikologi, hal ini berkaitan dengan cara mereka menampilkan diri, berinteraksi secara virtual, hingga tingkat kenyamanan dalam berbagi kehidupan pribadi. Apa saja karakteristik yang biasanya dimiliki oleh mereka yang jarang mendapatkan banyak like di media sosial?

Dilansir dari geediting.com pada Jumat (27/6), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri perilaku orang yang tak pernah dapat banyak like di media sosial mereka menurut Psikologi.

1. Terlalu sering memposting

Kebiasaan memperbarui status atau mengunggah foto setiap jam bisa menjadi bumerang bagi pengguna media sosial. Perilaku ini tidak hanya dapat membanjiri beranda pengikut, tetapi juga sering dipandang sebagai upaya mencari perhatian yang berlebihan.

Seperti halnya seseorang yang terus berbicara tanpa memberi kesempatan orang lain berkontribusi dalam percakapan, pengikut cenderung akan mengabaikan postingan yang terlalu sering muncul.

Kondisi ini bisa mengindikasikan kebutuhan akan validasi atau ketakutan tidak diperhatikan, sehingga lebih baik membatasi frekuensi posting untuk mendapatkan engagement yang lebih baik.

2. Terpaku pada topik serius

Meski berbagi tentang isu-isu penting tidak salah, namun konsistensi memposting konten serius dapat mempengaruhi jumlah like yang diterima. Banyak orang menggunakan media sosial sebagai sarana hiburan dan pelarian dari beban kehidupan sehari-hari.

Feed yang terus-menerus dipenuhi topik berat bisa membuat pengikut merasa terbebani secara emosional. Menghadirkan variasi konten dengan menyelipkan update pribadi atau humor ringan bisa menjadi solusi tanpa mengurangi esensi pesan serius yang ingin disampaikan.

3. Kurang koneksi personal

Manusia pada dasarnya tertarik dengan cerita yang membantu mereka memahami dunia dan orang-orang di dalamnya. Ketika postingan selalu berkutat pada topik umum tanpa sentuhan personal, audiens sulit merasakan kedekatan yang mendorong mereka untuk berinteraksi.

Berbagi pengalaman atau pemikiran pribadi justru dapat membuat konten lebih mudah diresapi. Pendekatan ini tidak hanya membuat konten lebih relatable, tetapi juga meningkatkan kemungkinan postingan mendapat respons positif.

4. Mengabaikan interaksi dengan orang lain

Media sosial merupakan wadah komunitas tempat orang berkumpul untuk berbagi, terlibat dan terhubung satu sama lain. Jika kamu hanya fokus memposting konten sendiri tanpa berinteraksi dengan postingan orang lain, pengikut bisa merasa hubungannya tidak seimbang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore