
Perilaku orang yang tak pernah dapat banyak like di media sosial menurut psikologi
JawaPos.com – Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan modern, di mana jumlah “like” sering kali dianggap sebagai tolok ukur popularitas atau penerimaan sosial. Namun, bagi sebagian orang, jumlah ‘suka’ yang sedikit bukan hanya soal algoritma, tetapi juga dapat mencerminkan ciri perilaku tertentu seseorang.
Menurut psikologi, hal ini berkaitan dengan cara mereka menampilkan diri, berinteraksi secara virtual, hingga tingkat kenyamanan dalam berbagi kehidupan pribadi. Apa saja karakteristik yang biasanya dimiliki oleh mereka yang jarang mendapatkan banyak like di media sosial?
Dilansir dari geediting.com pada Jumat (27/6), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri perilaku orang yang tak pernah dapat banyak like di media sosial mereka menurut Psikologi.
1. Terlalu sering memposting
Kebiasaan memperbarui status atau mengunggah foto setiap jam bisa menjadi bumerang bagi pengguna media sosial. Perilaku ini tidak hanya dapat membanjiri beranda pengikut, tetapi juga sering dipandang sebagai upaya mencari perhatian yang berlebihan.
Seperti halnya seseorang yang terus berbicara tanpa memberi kesempatan orang lain berkontribusi dalam percakapan, pengikut cenderung akan mengabaikan postingan yang terlalu sering muncul.
Kondisi ini bisa mengindikasikan kebutuhan akan validasi atau ketakutan tidak diperhatikan, sehingga lebih baik membatasi frekuensi posting untuk mendapatkan engagement yang lebih baik.
2. Terpaku pada topik serius
Meski berbagi tentang isu-isu penting tidak salah, namun konsistensi memposting konten serius dapat mempengaruhi jumlah like yang diterima. Banyak orang menggunakan media sosial sebagai sarana hiburan dan pelarian dari beban kehidupan sehari-hari.
Feed yang terus-menerus dipenuhi topik berat bisa membuat pengikut merasa terbebani secara emosional. Menghadirkan variasi konten dengan menyelipkan update pribadi atau humor ringan bisa menjadi solusi tanpa mengurangi esensi pesan serius yang ingin disampaikan.
3. Kurang koneksi personal
Manusia pada dasarnya tertarik dengan cerita yang membantu mereka memahami dunia dan orang-orang di dalamnya. Ketika postingan selalu berkutat pada topik umum tanpa sentuhan personal, audiens sulit merasakan kedekatan yang mendorong mereka untuk berinteraksi.
Berbagi pengalaman atau pemikiran pribadi justru dapat membuat konten lebih mudah diresapi. Pendekatan ini tidak hanya membuat konten lebih relatable, tetapi juga meningkatkan kemungkinan postingan mendapat respons positif.
4. Mengabaikan interaksi dengan orang lain
Media sosial merupakan wadah komunitas tempat orang berkumpul untuk berbagi, terlibat dan terhubung satu sama lain. Jika kamu hanya fokus memposting konten sendiri tanpa berinteraksi dengan postingan orang lain, pengikut bisa merasa hubungannya tidak seimbang.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
