
Ilustrasi seseorang yang mematikan tanda telah dibaca. (Freepik).
JawaPos.com - Mematikan fitur tanda telah dibaca di berbagai aplikasi perpesanan digital kini bukan lagi hal yang asing.
Banyak orang memilih langkah ini bukan karena tak peduli, melainkan sebagai bentuk pengaturan terhadap ruang dan ritme komunikasi pribadi.
Tindakan tersebut kerap dianggap sederhana, tetapi sebenarnya menyimpan makna lebih dalam.
Psikolog menyebut bahwa kebiasaan ini dapat mencerminkan sejumlah kecenderungan kepribadian yang spesifik dan berkaitan erat dengan pola pikir sadar dan perlindungan emosional.
Dilansir dari Geediting pada Senin (26/5), berikut tujuh sifat umum yang mungkin dimiliki oleh seseorang yang memutuskan untuk menonaktifkan tanda telah dibaca di seluruh platform komunikasi digital.
1. Melindungi Energi Emosional
Notifikasi yang muncul secara tiba-tiba dapat mengganggu fokus dan kenyamanan. Oleh karena itu, sebagian orang memilih menonaktifkan tanda telah dibaca demi menjaga kestabilan emosional mereka.
Menurut penelitian American Psychological Association (APA), tekanan untuk segera merespons pesan dapat memicu stres dan rasa terdesak. Menonaktifkan fitur ini memberikan jarak emosional yang membantu mengatur respons secara lebih tenang dan sadar.
2. Menghargai Ruang dan Privasi Pribadi
Menonaktifkan fitur read receipts juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kebutuhan akan ruang pribadi. Ini adalah cara halus untuk mengatur seberapa mudah orang lain dapat mengakses perhatian dan waktu seseorang.
Studi yang dipublikasikan di Harvard Business Review mengungkap bahwa tekanan untuk selalu ‘tersedia’ secara digital sama membebani seperti kehadiran fisik secara terus-menerus. Maka, menciptakan batas komunikasi digital merupakan langkah sehat untuk menghindari kelelahan psikologis.
3. Cermat dan Berpikiran Jernih dalam Merespons
Orang yang menonaktifkan tanda telah dibaca umumnya tidak ingin memberikan jawaban secara tergesa-gesa. Mereka cenderung memikirkan dengan matang apa yang ingin disampaikan sebelum membalas pesan.
Gaya komunikasi ini menandakan adanya kesadaran untuk berinteraksi secara tulus dan tidak impulsif. Mereka lebih mengutamakan ketepatan dan kejelasan pesan daripada kecepatan dalam merespons.
4. Tidak Nyaman dengan Tekanan Sosial Digital

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
