
Ilustrasi sekumpulan Gen Z (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bahasa menjadi bagian penting dalam membentuk identitas sebuah generasi. Di tengah perkembangan digital yang pesat, Gen Z—kelompok yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an—muncul dengan ragam istilah baru yang kerap membuat generasi sebelumnya bingung.
Kosakata ini banyak muncul dalam percakapan sehari-hari, unggahan media sosial, hingga pesan instan. Meski terdengar asing bagi sebagian orang, istilah-istilah ini merepresentasikan cara Gen Z mengekspresikan diri mereka.
Tak seperti generasi sebelumnya yang menggunakan bahasa gaul terbatas pada pergaulan langsung, Gen Z mendapat pengaruh besar dari budaya internet, meme, dan tren viral. Dilansir dari Geediting pada Kamis (22/5), berikut ini delapan istilah populer yang kerap digunakan Gen Z dan membuat generasi tua garuk-garuk kepala.
1. No Cap
Ungkapan "no cap" biasa digunakan untuk menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan adalah jujur, tanpa dilebih-lebihkan atau dibuat-buat.
Jika seseorang berkata, "Film itu bagus banget, no cap", maka maksudnya benar-benar demikian, tanpa unsur dramatisasi. Istilah ini menjadi penegasan bahwa seseorang sedang berkata apa adanya.
Penggunaannya perlu hati-hati. Mengucapkannya di luar konteks kejujuran justru bisa menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan dianggap tidak memahami arti sebenarnya.
2. Flex
Dalam pergaulan Gen Z, "flex" berarti memamerkan sesuatu, baik secara terang-terangan maupun tersirat. Bisa berupa barang, pengalaman, hingga pencapaian pribadi.
Misalnya, kalimat "Gak mau flex, tetapi gue baru beli iPhone terbaru" menunjukkan bahwa seseorang sedang sedikit memamerkan apa yang dimilikinya, meskipun disampaikan dengan gaya merendah.
"Flex" berbeda makna dari penggunaan tradisionalnya yang berhubungan dengan olahraga. Kini, istilah ini menjadi bagian dari budaya pamer di media sosial.
3. Clout
Istilah "clout" mengacu pada pengaruh atau kekuasaan seseorang, terutama di dunia digital. Diukur dari jumlah pengikut, likes, atau seberapa viral unggahannya.
Seseorang dengan banyak interaksi di media sosial dianggap memiliki banyak "clout." Istilah ini kini menjadi indikator status sosial digital di kalangan anak muda. Meskipun kata "clout" sebenarnya bukan hal baru, Gen Z kembali mengangkatnya menjadi bagian dari kosakata sehari-hari dengan nuansa kekinian.
4. Lit

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
