Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 00.55 WIB

Orang yang Berpura-Pura Menjadi Baik Biasanya Memiliki 7 Tanda Khusus Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang berpura-pura baik pada orang lain. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang berpura-pura baik pada orang lain. (Freepik)

JawaPos.com – Dalam setiap interaksi sosial, kita pasti pernah bertemu dengan individu yang tampil sangat ramah serta selalu berusaha menunjukkan sisi baiknya.

Namun, kadang ada perasaan janggal ketika kepribadian asli mereka seolah tidak sejalan dengan apa yang tampak di permukaan.

Mungkin saja orang tersebut sebenarnya hanya berpura-pura menjadi pribadi baik demi tujuan tertentu tanpa kita sadari.

Melansir dari Geediting.com Kamis (22/05), psikologi telah mengidentifikasi beberapa tanda khas yang bisa membantu kita membedakan kebaikan sejati dengan kepura-puraan.

  1. Daya tarik yang berlebihan

Orang yang manipulatif seringkali menggunakan pesona atau daya tarik yang sangat memikat untuk mencapai segala tujuan mereka.

Mereka pandai membuat orang lain merasa nyaman serta disukai, tetapi itu hanya alat untuk mendapatkan keuntungan.

  1. Kurangnya empati mendalam

Mereka cenderung tidak mampu merasakan atau memahami perasaan serta emosi yang dialami oleh orang lain di sekitarnya.

Individu semacam ini kesulitan untuk benar-benar berbagi dalam kegembiraan atau penderitaan orang lain secara tulus.

  1. Tindakan yang tidak konsisten

Apa yang mereka katakan sering kali tidak sejalan dengan perbuatan atau tindakan nyata yang mereka lakukan sehari-hari.

Terdapat perbedaan mencolok antara citra yang mereka bangun dengan perilaku sesungguhnya dalam berbagai situasi.

  1. Sulit mengakui kesalahan

Sangat jarang sekali orang ini mengakui jika mereka telah melakukan sebuah kesalahan atau kekeliruan. Mereka cenderung menghindari pengakuan diri yang salah agar citra positifnya tetap terjaga di mata banyak orang.

  1. Cepat menunjuk kekurangan orang lain

Alih-alih mengakui kekurangan diri sendiri, mereka justru sangat cepat menyoroti kesalahan atau kelemahan orang lain.

Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari potensi kekurangan atau kesalahan yang mereka miliki.

  1. Kebaikan selalu ada harganya

Setiap tindakan baik yang mereka lakukan seringkali datang dengan harapan atau ekspektasi akan balasan tertentu.

Kebaikan mereka bukan murni tanpa pamrih, melainkan memiliki motif tersembunyi yang perlu dipertimbangkan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore