Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 01.40 WIB

Nasihat “Ikuti Hasrat” Bisa Menyesatkan, Inilah 8 Kebiasaan Orang Sukses yang Sebenarnya Mereka Lakukan dalam Karirnya

Ilustrasi seseorang yang fokus pada pengembangan keterampilan dan memberikan nilai. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang fokus pada pengembangan keterampilan dan memberikan nilai. (Freepik)

JawaPos.com – Nasihat populer untuk "ikuti hasratmu" sudah sangat sering kita dengar dalam berbagai kesempatan, terutama saat seseorang mencoba menentukan jalur karir.

Banyak sekali orang percaya bahwa mengejar apa yang kita cintai sepenuhnya akan secara otomatis membawa kesuksesan serta kebahagiaan sejati dalam hidup.

Namun, para ahli justru berpendapat bahwa saran umum tersebut seringkali menyesatkan atau bahkan bisa menghambat potensi seseorang untuk berkembang maksimal.

Mereka mengatakan, orang-orang sukses punya pendekatan berbeda dan jauh lebih pragmatis untuk menemukan kepuasan mendalam dalam pekerjaan mereka.

Melansir dari Geediting.com Selasa (20/05), ini beberapa hal penting yang sebenarnya dilakukan oleh para profesional berhasil meraih puncak.

  1. Hasrat untuk berkembang dan ditemukan

Keyakinan bahwa hasrat adalah sesuatu yang sudah ada sejak lahir dan harus ditemukan segera seringkali merupakan pandangan yang kurang tepat.

Hasrat yang mendalam serta berkelanjutan seringkali tumbuh dan berkembang seiring waktu saat seseorang dengan gigih mendalami suatu bidang atau keahlian tertentu.

  1. Fokus pada penguasaan keahlian

Orang sukses lebih memprioritaskan pengembangan keterampilan yang berharga serta relevan dalam bidang pilihan mereka secara konsisten.

Mereka memahami bahwa penguasaan keahlian mendalam adalah fondasi utama yang tak tergantikan untuk membangun karir yang kuat dan memuaskan.

  1. Menciptakan nilai untuk orang lain

Kunci utama keberhasilan sejati terletak pada kemampuan untuk secara konsisten memberikan solusi nyata atau nilai signifikan bagi banyak orang.

Mereka berusaha keras menyelesaikan masalah penting yang dihadapi banyak individu atau memenuhi kebutuhan yang belum terlayani dengan baik di masyarakat.

  1. Membangun "modal karir" yang kuat

Istilah "modal karir" merujuk pada akumulasi keterampilan, pengalaman, dan keahlian unik yang sangat berharga yang dimiliki seseorang seiring waktu.

Dengan modal ini, individu memiliki daya tawar sangat tinggi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih bermakna atau mengarahkan jalur profesional mereka sendiri secara mandiri.

  1. Hasrat mengikuti kompetensi yang dimiliki

Kepuasan mendalam atau hasrat sejati seringkali tidak datang sebelum memulai pekerjaan, namun justru muncul setelah adanya dedikasi dan praktik.

Hasrat baru muncul ketika seseorang menjadi sangat terampil, mampu memberi dampak positif yang jelas, dan melihat hasil nyata dari setiap usahanya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore