Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 20.28 WIB

Rumput Tetangga Lebih Hijau? Pahami Mengapa Orang Sering Iri dan Cara Mengubahnya Jadi Motivasi

Ilustrasi rasa iri (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa kalah dalam hidup, padahal merasa sudah berusaha sekuat tenaga? Kamu dan dia sama-sama makan nasi, tapi kenapa hidupnya lebih mulus?

Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah ini karena hoki? Atau cuma kamu saja yang merasa tidak cukup baik? Mari kita bicara tentang rasa iri. Iri sering kali muncul tiba-tiba, seperti ringtone yang berbunyi tanpa peringatan.

Awalnya hidup baik-baik saja, hingga kita mulai membandingkan diri dengan orang lain. Rasa bahagia pun perlahan terkikis. Rasa iri ini sering dibungkus dengan istilah lain yang lebih diterima secara sosial: insecure.

Pada artikel ini, kita akan membahas rasa iri dengan lebih mendalam yang disampaikan oleh dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ dalam Podcast Ruang Tunggu. 

Iri dan Insecure: Dua Sisi dari Koin yang Sama

Seringkali orang yang datang ke konsultasi tidak berkata, "Saya iri." Tapi mereka bilang, "Saya merasa insecure melihat teman-teman saya yang hidupnya lebih stabil."

Kedua istilah ini memang memiliki nuansa yang berbeda. Iri terdengar lebih negatif, sedangkan insecure lebih mudah dimaklumi.

Iri cenderung muncul ketika kita merasa ada kesenjangan antara kita dan orang yang kita kenal. Lucunya, kita jarang merasa iri dengan orang seperti Elon Musk atau Bill Gates. Kenapa? Karena kita tidak punya keterikatan personal dengan mereka.

Tapi ketika teman masa kecil kita tiba-tiba sukses, rasa iri itu bisa muncul lebih kuat, karena kita merasa 'start-nya' dulu sama, tapi hasilnya berbeda.

Rumput Tetangga Lebih Hijau? Atau Lebih Rajin Disiram?

Banyak orang yang merasa hidupnya kurang hanya karena melihat 'rumput tetangga' lebih hijau. Tapi apakah benar lebih hijau? Atau hanya terlihat begitu karena tetangga rajin menyiram dan merawatnya?

Kita sering membandingkan hasil, tanpa memperhitungkan proses. Padahal, bisa jadi rumput yang hijau itu hasil kerja keras, pengorbanan, atau bahkan hanya cat semprot. Ya, mungkin rumputnya sintetis. Kita tidak pernah tahu.

Membandingkan sebenarnya tidak selalu salah. Dalam konteks sosial, kita perlu membandingkan 'pace' atau kecepatan kita dengan lingkungan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore