Ilustrasi rasa iri (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa kalah dalam hidup, padahal merasa sudah berusaha sekuat tenaga? Kamu dan dia sama-sama makan nasi, tapi kenapa hidupnya lebih mulus?
Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah ini karena hoki? Atau cuma kamu saja yang merasa tidak cukup baik? Mari kita bicara tentang rasa iri. Iri sering kali muncul tiba-tiba, seperti ringtone yang berbunyi tanpa peringatan.
Awalnya hidup baik-baik saja, hingga kita mulai membandingkan diri dengan orang lain. Rasa bahagia pun perlahan terkikis. Rasa iri ini sering dibungkus dengan istilah lain yang lebih diterima secara sosial: insecure.
Pada artikel ini, kita akan membahas rasa iri dengan lebih mendalam yang disampaikan oleh dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ dalam Podcast Ruang Tunggu.
Iri dan Insecure: Dua Sisi dari Koin yang Sama
Seringkali orang yang datang ke konsultasi tidak berkata, "Saya iri." Tapi mereka bilang, "Saya merasa insecure melihat teman-teman saya yang hidupnya lebih stabil."
Kedua istilah ini memang memiliki nuansa yang berbeda. Iri terdengar lebih negatif, sedangkan insecure lebih mudah dimaklumi.
Iri cenderung muncul ketika kita merasa ada kesenjangan antara kita dan orang yang kita kenal. Lucunya, kita jarang merasa iri dengan orang seperti Elon Musk atau Bill Gates. Kenapa? Karena kita tidak punya keterikatan personal dengan mereka.
Tapi ketika teman masa kecil kita tiba-tiba sukses, rasa iri itu bisa muncul lebih kuat, karena kita merasa 'start-nya' dulu sama, tapi hasilnya berbeda.
Rumput Tetangga Lebih Hijau? Atau Lebih Rajin Disiram?
Banyak orang yang merasa hidupnya kurang hanya karena melihat 'rumput tetangga' lebih hijau. Tapi apakah benar lebih hijau? Atau hanya terlihat begitu karena tetangga rajin menyiram dan merawatnya?
Kita sering membandingkan hasil, tanpa memperhitungkan proses. Padahal, bisa jadi rumput yang hijau itu hasil kerja keras, pengorbanan, atau bahkan hanya cat semprot. Ya, mungkin rumputnya sintetis. Kita tidak pernah tahu.
Membandingkan sebenarnya tidak selalu salah. Dalam konteks sosial, kita perlu membandingkan 'pace' atau kecepatan kita dengan lingkungan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
