Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 05.09 WIB

Sulit Tinggalkan Rumah, 4 Alasan Orang Ragu Untuk Merantau, Salah Satunya Takut Keluar dari Zona Nyaman

Ilustrasi orang sulit tinggalkan rumah untuk merantau. (Freepik)

JawaPos.com – Ada sekelompok orang tertentu yang sering kali terjebak dalam tarik menarik antara kenyamanan duduk di sofa dan daya tarik dunia luar. Anda mungkin salah satunya, yang terus-menerus bergelut antara gagasan untuk tinggal di rumah dan pergi merantau.

Psikologi memiliki banyak hal untuk dikatakan mengenai pergulatan batin ini. Ada perilaku tertentu yang dapat mengungkap mengapa sebagian dari kita tidak dapat memutuskan apakah akan memilih tipe orang rumahan atau tipe orang yang senang bersosialisasi diluar.

Berikut 4 alasan seseorang yang dilandasi akan kegelisahan antara untuk tetap tinggal di rumah atau merantau, seperti dilansir dari laman Geediting.

  1. Takut ketinggalan sesuatu yang baru

Jika Anda termasuk orang yang selalu merasa bimbang antara tinggal di rumah dan pergi untuk merantau, Anda mungkin mengalami apa yang oleh para psikolog sebut yakni ‘FOMO' atau Fear Of Missing Out dalam kata lain ialah takut ketinggalan sesuatu hal baru.

Ketakutannya adalah jika Anda memilih untuk tinggal di dalam rumah, Anda mungkin kehilangan kesempatan menyaksikan sesuatu yang menyenangkan atau penting di luar sana. Namun hal Ini seperti berdiri di ambang pintu rumah, satu kaki masuk, satu kaki keluar dimana Anda tidak dapat mengambil keputusan dengan cara yang mudah.

  1. Membutuhkan waktu sendiri

Terkadang, perjuangan antara pergi merantau dan tinggal di rumah bermuara pada kebutuhan kita untuk menyendiri. Ada saatnya kita hanya ingin menyelimuti diri dengan selimut, menyalakan musik lembut, atau membaca buku bagus, lalu menikmati waktu sendiri.

Hal tersebut bukan berarti kita tidak menikmati bersosialisasi atau berada di sekitar orang lain, tetapi ada sesuatu tentang kesendirian yang bisa sangat menyegarkan.

Sering kali, ini berarti meluangkan waktu sendiri dengan dapat emahami pikiran kita, merenungkan tindakan kita, atau sekadar menikmati keheningan.

Wajar saja jika kita mendambakan kesendirian, tetapi kebutuhan inilah yang sering kali membuat keputusan antara tinggal di rumah atau keluar rumah menjadi sulit untuk diambil.

  1. Dilema akan zona nyaman

Pertarungan antara tinggal di rumah dan keluar rumah bukanlah tentang pilihan langsung, tetapi tentang zona nyaman kita. Tetap di rumah sering kali berarti berpegang teguh pada apa yang nyaman dan familiar itulah ruang aman untuk seseorang.

Di sisi lain, pergi keluar biasanya melibatkan melangkah keluar dari zona nyaman ini. Pertumbuhan sering terjadi di luar zona nyaman kita, saat kita mendorong diri untuk mengalami hal-hal baru, bertemu orang-orang baru, dan merangkul situasi yang tidak dikenal, maka kita benar-benar berkembang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore