Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 03.41 WIB

5 Bahasa Tubuh yang Menandakan Seseorang sedang Berbohong, Menurut Psikologi

seseorang yang terdengar berbohong ketika berbicara. (Freepik) - Image

seseorang yang terdengar berbohong ketika berbicara. (Freepik)

JawaPos.Com - Pernahkah Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres saat berbicara dengan seseorang, meski kata-katanya terdengar masuk akal?

Jika iya, mungkin intuisi Anda sedang menangkap sinyal halus dari bahasa tubuh lawan bicara yang mungkin saja tidak jujur atau berbohong dalam berucap.

Berdasarkan psikologi komunikasi manusia, kata-kata bukanlah satu-satunya cara menyampaikan pesan. Sering kali, bahasa tubuh justru berbicara lebih jujur.

Menurut psikologi, perilaku non-verbal bisa menjadi petunjuk penting untuk mengetahui apakah seseorang sedang berkata sebenarnya atau justru sedang menyembunyikan sesuatu.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa membaca bahasa tubuh bukanlah ilmu pasti.

Sebab pada dasarnya, setiap individu memiliki kebiasaan dan gaya komunikasi yang berbeda, termasuk gestur dan ekspresi wajah.

Namun, untuk mengenali pola umum bisa membantu Anda lebih peka terhadap dinamika komunikasi.

Mengetahui tanda-tanda ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan untuk memperdalam pemahaman Anda terhadap interaksi sosial.

Dilansir dari laman Hack Spirit, berikut ini adalah lima tanda bahasa tubuh yang kerap dikaitkan dengan kebohongan.

1. Kontak Mata yang Tidak Konsisten

Salah satu indikator klasik dari ketidakjujuran adalah ketidakkonsistenan dalam kontak mata. Orang yang berbohong sering kali menghindari tatapan langsung karena merasa tidak nyaman atau takut ketahuan.

Sebaliknya, ada juga yang justru mempertahankan kontak mata terlalu intens sebagai bentuk kompensasi.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang nyaman dengan kontak mata, bahkan saat mereka berkata jujur.

Beberapa individu secara alami cenderung menghindari tatapan langsung karena latar belakang budaya, kepribadian, atau rasa malu.

Oleh karena itu, kontak mata sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan. Amati juga bahasa tubuh lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore