
Ilustrasi orang kaya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa orang kaya makin kaya? Di Indonesia, bahkan terkenal istilah 'Kaya Tujuh Keturunan'. Apakah benar ada semacam keberuntungan atau 'golden ticket' khusus untuk untuk kalangan orang tertentu?
Akan tetapi, kekayaan yang mereka punya ternyata bukan hasil dari keberuntungan semata. Terungkap bahwa terdapat perilaku sederhana yang diterapkan secara konsisten dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam keluarga kaya.
Dilansir dari Greediting pada Kamis (8/5), berikut adalah 7 perilaku orang kaya yang berkontribusi pada kesuksesan mereka. Mari kita simak penjelasannya!
1. Mereka Lebih Fokus Berinvestasi, Tidak Hanya Mengumpulkan Uang
Banyak di antara kita yang terjebak dalam siklus penghasilan dan pengeluaran, tanpa memberi banyak perhatian pada pengembangan kekayaan. Tetapi orang-orang kaya tidak hanya fokus pada bagaimana cara menambah penghasilan tetapi justru ahli dalam berinvestasi.
Mereka memiliki pekerjaan bergaji tinggi atau bisnis yang menguntungkan tetapi mereka tidak sepenuhnya bergantung pada pekerjaan dan bisnis mereka untuk mengembangkan kekayaannya. Sebaliknya, mereka menggunakan uang mereka untuk bekerja bagi mereka.
Mereka berinvestasi pada saham, obligasi, real estat dan usaha lainnya, yang memungkinkan kekayaan mereka berlipat ganda seiring waktu. Bukan sekedar coba-coba tetapi mereka mempelajari banyak terkait investasi. Mereka memahami kekuatan bunga majemuk, nilai diversifikasi, dan pentingnya kesabaran dalam permainan investasi.
2. Mereka Memahami Nilai Waktu Lebih Berharga Dibandingkan Uang
Pernahkah Anda mendengar pepatah, "Waktu adalah uang?" Nah, ini adalah prinsip yang memang dipegang orang-orang kaya, bagi mereka, asset yang paling berharga menurut mereka bukan lah uang tetapi waktu.
Orang-orang kaya selalu bisa menghasilkan lebih banyak uang, tetapi tidak akan pernah bisa memperoleh lebih banyak waktu.
Orang kaya lebih suka mempekerjakan seseorang untuk melakukan tugas-tugas yang tidak memerlukan perhatian pribadinya sehingga mereka dapat fokus pada hal-hal yang paling penting baginya seperti menyusun strategi untuk bisnisnya, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau bahkan untuk berolahraga.
Ini adalah konsep sederhana, tetapi banyak di antara kita yang sering mengabaikannya.
3. Mereka Tidak Memamerkan Kekayaannya
Pernahkan kita memperhatikan orang yang kaya biasanya tidak terlihat kaya bahkan biasa-biasa saja. Kita tidak akan menemukan mereka mengenakan pakaian yang paling mewah atau mengendarai mobil mewah.
Bukan karena mereka tidak mampu membeli kemewahan tetapi karena mereka tidak menyamakan harga diri mereka dengan harta benda. Mereka tidak merasa perlu membuat orang lain terkesan dengan kekayaan mereka. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan dengan status keuangan mereka.
Hal ini sangat berbeda dengan mentalitas "mengikuti gaya hidup tetangga" yang dianut banyak orang kelas menengah. Kita sering merasa perlu memamerkan keberhasilan dan harta benda kita, untuk membuktikan bahwa kita baik-baik saja.
Namun ada hal yang perlu dipikirkan – bagaimana jika kita lebih fokus pada keamanan finansial kita dan kurang peduli pada persepsi masyarakat?
4. Mereka Memprioritaskan Pendidikan
Bagi orang kaya, pendidikan dinilai sebagai aset yang tak ternilai. Ini bukan hanya tentang pendidikan formal tetapi juga informal. Mereka akan memastikan anak-anak mereka bersekolah di perguruan tinggi dan universitas terbaik akan tetapi, mereka juga memahami bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas.
Mereka berinvestasi dalam pembelajaran berkelanjutan, mengikuti perkembangan tren di bidang minat atau keahlian mereka, dan memperluas basis pengetahuan mereka.
Mereka selalu ingin tahu, selalu belajar. Kebiasaan belajar seumur hidup inilah yang membedakan orang kaya. Hal ini memungkinkan mereka membuat keputusan yang tepat dan tetap menjadi yang terdepan.
Sebaliknya, banyak di antara kita yang berhenti berinvestasi dalam pendidikan setelah kita meninggalkan sekolah atau universitas. Kita lupa bahwa belajar adalah perjalanan seumur hidup ,perjalanan yang dapat menjaga pikiran kita tetap tajam dan membuka peluang baru.
5. Mereka Lebih Menghargai Pengalaman daripada Harta Benda

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
