Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 22.34 WIB

Orang yang Tetap Otentik di Tengah Banyaknya Tekanan Sosial, Cenderung Menunjukkan 7 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang otentik. - Image

Ilustrasi orang yang otentik.

JawaPos.com - Otentik atau keaslian diri sangat dipertaruhkan ketika kita berhadapan orang lain yang berpotensi memiliki kendali.

Menjadi otentik sangatlah berat, apalagi kita hidup di tengah tekanan sosial masyarakat, di mana ada tolok ukur tertentu untuk menjadi sukses, menikah, dan punya keturunan.

Tapi sayangnya semua orang tidak bisa sempurna, bahkan masing-masing berjuang dengan kesulitannya tanpa harus diberi tahu. Bahkan tekanan sosial inilah yang dapat merusak jati diri seseorang.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Rabu (23/04) orang yang tetap otentik si tengah banyaknya tekanan sosial, cenderung menunjukkan 7 perilaku ini:

1. Keaslian tanpa tapi

Di dunia yang sering mengharapkan kita untuk menyesuaikan diri dengan ukuran tertentu, orang-orang yang otentik menonjol seperti ibu jari yang sakit.

Orang-orang yang tetap setia pada diri sendiri, terlepas dari tekanan sosial, menunjukkan keaslian yang tidak menyesal.

Mereka menolak untuk mencairkan kepribadian mereka atau berkompromi dengan nilai-nilai agar sesuai dengan norma sosial.

Keaslian sejati menuntut tingkat keberanian dan kesadaran diri tertentu. Itu berarti mengetahui siapa kamu, apa yang sedang diperjuangkan, dan memiliki kekuatan karakter untuk tidak membungkuk di bawah tekanan.

Perilaku ini biasanya terlihat pada mereka yang tidak takut menjadi berbeda atau berdiri sendiri jika perlu. Mereka menjalani kebenaran, terlepas dari apa yang mungkin dipikirkan atau dikatakan orang lain.

Mereka tidak mencoba untuk mengesankan atau memenangkan persetujuan. Fokus mereka adalah jujur pada diri sendiri dan hidup selaras dengan nilai-nilai inti dan keyakinan.

2. Merangkul kerentanan

Menjadi tulus sering kali berarti menjadi rentan, dan itu adalah perilaku unik lain yang ditunjukkan oleh individu yang otentik. Mereka tidak takut untuk menunjukkan kelemahan atau mengakui mereka salah.

Merangkul kerentanan ini tidaklah mudah, tetapi itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Orang-orang yang otentik memahami bahwa kerentanan bukanlah tanda kelemahan tetapi kekuatan.

3. Berlatih refleksi diri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore