Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 16.57 WIB

6 Sikap Generasi Boomer yang Kini Dianggap Egois Menurut Pandangan Psikologi

Ilustrasi berbincang dan bersenda gurau (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Dalam lanskap sosial yang terus berubah, norma dan ekspektasi antar generasi juga mengalami pergeseran. Beberapa perilaku yang dulunya dianggap wajar atau bahkan terpuji, kini justru dipandang berbeda oleh generasi yang lebih muda. Satu di antara generasi yang kerap menjadi sorotan adalah generasi baby boomer. 

Beberapa tindakan dan pandangan yang umum di kalangan mereka kini mulai dianggap sebagai bentuk egosentrisme dalam konteks psikologi modern. Melansir dari Geediting.com, Jumat (18/4) mari kita telaah lebih lanjut beberapa perilaku tersebut.

1. Merasa Berhak dan Kurang Empati

Satu di antara perilaku yang sering dikaitkan dengan generasi boomer adalah perasaan memiliki hak lebih dan kurangnya empati terhadap pengalaman generasi yang lebih muda. Hal ini bisa terlihat dalam percakapan di mana mereka cenderung meremehkan tantangan yang dihadapi generasi milenial dan Gen Z, seperti sulitnya membeli rumah atau tingginya biaya pendidikan. Mereka mungkin berasumsi bahwa generasi muda saat ini kurang berusaha, padahal realitas ekonomi dan sosial sangat berbeda dengan era mereka.

2. Menolak Perubahan dan Gagasan Baru

Generasi boomer seringkali dianggap resisten terhadap perubahan dan ide-ide baru. Mereka cenderung berpegang pada cara-cara lama dan kurang terbuka terhadap perspektif yang berbeda. Sikap ini bisa terlihat dalam berbagai aspek, mulai dari teknologi hingga pandangan sosial dan politik. Penolakan ini dapat dianggap sebagai bentuk egosentrisme karena mengutamakan keyakinan dan pengalaman pribadi di atas perkembangan zaman dan pandangan orang lain.

3. Mendominasi Percakapan dan Kurang Mendengarkan

Dalam interaksi sosial, beberapa individu dari generasi boomer cenderung mendominasi percakapan dan kurang memberikan ruang bagi orang lain untuk berbicara. Mereka mungkin lebih fokus pada berbagi pengalaman dan pandangan mereka sendiri tanpa terlalu tertarik pada apa yang dikatakan orang lain. Sikap ini bisa dianggap sebagai bentuk egosentrisme karena menempatkan diri dan pengalaman pribadi sebagai pusat perhatian.

4. Mengkritik Gaya Hidup dan Pilihan Generasi Muda

Generasi boomer terkadang cenderung mengkritik gaya hidup dan pilihan yang diambil oleh generasi yang lebih muda. Mulai dari cara berpakaian, pilihan karier, hingga pandangan politik dan sosial, seringkali ada komentar atau penilaian yang merendahkan. Sikap ini bisa dianggap sebagai bentuk egosentrisme karena menilai orang lain berdasarkan standar dan nilai-nilai yang mereka anut tanpa mempertimbangkan konteks dan preferensi generasi yang berbeda.

5. Kurang Peduli pada Isu Lingkungan dan Keberlanjutan

Beberapa pandangan menyebutkan bahwa generasi boomer kurang memberikan perhatian yang cukup terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan. Hal ini mungkin disebabkan oleh fokus yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi dan konsumsi pada masa muda mereka. Sikap ini bisa dianggap sebagai bentuk egosentrisme karena kurang mempertimbangkan dampak jangka panjang dari tindakan mereka terhadap generasi mendatang.

6. Sulit Menerima Kesalahan dan Tanggung Jawab

Satu di antara perilaku lain yang diamati adalah kesulitan sebagian generasi boomer dalam mengakui kesalahan atau mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. Mereka mungkin cenderung menyalahkan keadaan atau orang lain daripada introspeksi dan mengakui kekurangan diri. Sikap ini tentu saja dapat dilihat sebagai bentuk egosentrisme karena menempatkan diri di atas kritik dan tanggung jawab.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore