
Ilustrasi orang yang selalu mengutamakan orang lain tapi diam-diam merasa kesal
JawaPos.com - Banyak orang terlihat kuat karena selalu hadir untuk membantu, mendukung, dan menjadi sandaran bagi orang lain.
Mereka dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah menolak, selalu siap menolong, dan rela mengesampingkan kebutuhan sendiri demi kenyamanan orang lain.
Namun di balik semua kebaikan itu, tak jarang tersimpan rasa lelah yang tak pernah terucap. Ada kejenuhan yang perlahan tumbuh, ada kekesalan yang diam-diam mengendap.
Mereka jarang mengeluh, tetapi bahasa tubuh dan kebiasaan mereka mulai berubah tanpa disadari.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Minggu (13/4), berikut merupakan 7 perilaku orang yang selalu mengutamakan orang lain tapi diam-diam merasa kesal.
1. Terlalu Banyak Mengambil Tanggung Jawab
Orang yang terbiasa mendahulukan orang lain sering kali merasa bahwa dirinya harus selalu siap sedia membantu kapan pun dibutuhkan, baik di rumah, di tempat kerja, maupun dalam pergaulan.
Ia terbiasa mengurus kebutuhan orang lain, bahkan sebelum orang itu sempat meminta bantuan.
Karena sudah terlalu sering melakukan ini, ia secara tidak sadar mulai menumpuk beban tanggung jawab yang seharusnya bisa dibagi dengan orang lain.
Meskipun dari luar terlihat kuat dan cekatan, sebenarnya di dalam hati ia mulai merasa lelah dan terbebani. Ia merasa harus terus membuktikan bahwa dirinya bisa diandalkan, meskipun dalam prosesnya ia mengabaikan keinginan dan kebutuhan pribadinya.
Rasa kesal dan kecewa pun mulai muncul, terutama saat upaya dan pengorbanannya tidak dihargai atau dianggap biasa saja.
2. Sering Mengucapkan Kalimat Sarkas atau Sindiran Halus
Ketika rasa kesal yang dipendam terlalu lama tidak bisa dikeluarkan secara langsung, sering kali hal itu keluar dalam bentuk sindiran atau sarkasme.
Orang yang merasa terabaikan atau tidak dihargai atas semua yang telah ia lakukan biasanya tidak akan mengungkapkan kemarahannya secara frontal.
Sebagai gantinya, ia akan menyampaikan sindiran yang terdengar ringan, namun mengandung makna dalam seperti, “Ya sudah, aku kan emang paling pengertian,” atau “Tenang aja, aku pasti disuruh-suruh lagi, sudah biasa.”

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
