Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 April 2025 | 16.19 WIB

7 Perilaku Orang yang Selalu Mengutamakan Orang Lain tapi Diam-diam Merasa Kesal, Kamu Juga Sering Begitu?

Ilustrasi orang yang selalu mengutamakan orang lain tapi diam-diam merasa kesal - Image

Ilustrasi orang yang selalu mengutamakan orang lain tapi diam-diam merasa kesal

JawaPos.com - Banyak orang terlihat kuat karena selalu hadir untuk membantu, mendukung, dan menjadi sandaran bagi orang lain.

Mereka dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah menolak, selalu siap menolong, dan rela mengesampingkan kebutuhan sendiri demi kenyamanan orang lain.

Namun di balik semua kebaikan itu, tak jarang tersimpan rasa lelah yang tak pernah terucap. Ada kejenuhan yang perlahan tumbuh, ada kekesalan yang diam-diam mengendap.

Mereka jarang mengeluh, tetapi bahasa tubuh dan kebiasaan mereka mulai berubah tanpa disadari.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Minggu (13/4), berikut merupakan 7 perilaku orang yang selalu mengutamakan orang lain tapi diam-diam merasa kesal.

1. Terlalu Banyak Mengambil Tanggung Jawab

Orang yang terbiasa mendahulukan orang lain sering kali merasa bahwa dirinya harus selalu siap sedia membantu kapan pun dibutuhkan, baik di rumah, di tempat kerja, maupun dalam pergaulan.

Ia terbiasa mengurus kebutuhan orang lain, bahkan sebelum orang itu sempat meminta bantuan.

Karena sudah terlalu sering melakukan ini, ia secara tidak sadar mulai menumpuk beban tanggung jawab yang seharusnya bisa dibagi dengan orang lain.

Meskipun dari luar terlihat kuat dan cekatan, sebenarnya di dalam hati ia mulai merasa lelah dan terbebani. Ia merasa harus terus membuktikan bahwa dirinya bisa diandalkan, meskipun dalam prosesnya ia mengabaikan keinginan dan kebutuhan pribadinya.

Rasa kesal dan kecewa pun mulai muncul, terutama saat upaya dan pengorbanannya tidak dihargai atau dianggap biasa saja.

2. Sering Mengucapkan Kalimat Sarkas atau Sindiran Halus

Ketika rasa kesal yang dipendam terlalu lama tidak bisa dikeluarkan secara langsung, sering kali hal itu keluar dalam bentuk sindiran atau sarkasme.

Orang yang merasa terabaikan atau tidak dihargai atas semua yang telah ia lakukan biasanya tidak akan mengungkapkan kemarahannya secara frontal.

Sebagai gantinya, ia akan menyampaikan sindiran yang terdengar ringan, namun mengandung makna dalam seperti, “Ya sudah, aku kan emang paling pengertian,” atau “Tenang aja, aku pasti disuruh-suruh lagi, sudah biasa.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore