Ilustrasi olahraga di taman (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kita semua pasti punya kebiasaan baik yang kita banggakan. Misalnya, berusaha menjadi yang terbaik, bekerja keras, atau selalu berpikir positif. Tapi, pernahkah kamu berpikir jika kebiasaan baik pun bisa menjadi buruk jika dilakukan secara berlebihan?
Psikologi punya jawabannya. Ternyata, ada beberapa kebiasaan baik yang justru bisa merugikan kesehatan mental kita jika tidak dilakukan dengan seimbang. Yuk, kita bahas satu per satu, seperti dikutip dari Geediting.com, Kamis (3/4).
1. Berusaha Perfeksionis: Ketika Standar Terlalu Tinggi Menyakiti Diri
Kita semua ingin memberikan yang terbaik dalam segala hal. Mengejar kesempurnaan sering dianggap sebagai hal yang positif karena mendorong kita untuk mencapai tujuan. Namun, psikologi mengatakan bahwa perfeksionisme yang berlebihan justru bisa berdampak negatif pada kesehatan mental. Perfeksionisme ekstrem dapat memicu kecemasan, depresi, bahkan burnout.
Perfeksionisme menciptakan ekspektasi yang tidak realistis terhadap diri sendiri. Kita jadi terus-menerus berusaha memenuhi standar yang mustahil. Ketika kita gagal mencapai kesempurnaan (karena memang tidak ada manusia yang sempurna), kita bisa merasa gagal dan meragukan diri sendiri. Kuncinya adalah berusaha untuk terus maju, bukan menjadi sempurna. Ingatlah bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan membantu kita tumbuh. Alih-alih terobsesi pada setiap detail kecil, fokuslah pada gambaran yang lebih besar dan rayakan setiap pencapaian di sepanjang jalan.
2. Bekerja Terlalu Keras: Produktif Itu Baik, Tapi Jangan Sampai Lupa Istirahat
Tidak ada yang menyangkal pentingnya kerja keras. Kerja keras adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Namun, seperti banyak hal baik lainnya dalam hidup, kerja keras bisa menjadi masalah jika dilakukan secara berlebihan. Bekerja terlalu keras dalam jangka panjang bisa sangat merugikan.
Bekerja tanpa henti dapat meningkatkan stres, kecemasan, dan bahkan depresi. Penting untuk diingat bahwa istirahat dan relaksasi juga merupakan bagian penting dari produktivitas. Tubuh dan pikiran kita membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Jadi, jangan ragu untuk mengambil jeda dan beristirahat sejenak di sela-sela pekerjaan.
3. Terus-Menerus Berpikir Positif: Mengabaikan Emosi Negatif Bukan Solusi
Berpikir positif sering dianggap sebagai kunci kebahagiaan dan kesuksesan. Memang benar bahwa optimisme dapat membantu kita mengatasi tantangan. Namun, memaksakan diri untuk selalu positif, bahkan ketika kita sedang merasa sedih atau marah, bisa menjadi tidak sehat. Emosi negatif juga perlu diakui dan dirasakan.
Menekan emosi negatif bisa menyebabkan masalah yang lebih besar di kemudian hari. Ketika seseorang menyuruhmu untuk "berpikir positif saja" saat kamu sedang mengalami hari yang buruk, ingatlah bahwa tidak apa-apa untuk mengakui perasaanmu. Beri dirimu izin untuk merasakan emosi itu sepenuhnya. Menerima dan memproses emosi negatif adalah bagian penting dari kesehatan mental.
4. Olahraga Berlebihan: Sehat Itu Penting, Tapi Jangan Sampai Cedera
Olahraga adalah kebiasaan yang sangat baik untuk kesehatan fisik dan mental. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan mood, energi, dan kualitas tidur. Namun, olahraga yang berlebihan justru bisa berbahaya. Olahraga ekstrem dapat menyebabkan cedera, ketidakseimbangan hormon, masalah kesehatan mental, dan bahkan berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh kita.
Lebih jauh lagi, olahraga berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai sindrom overtraining. Gejalanya antara lain merasa lelah terus-menerus dan penurunan kinerja meskipun sudah berlatih keras. Kuncinya adalah mendengarkan tubuh kita. Tidak apa-apa untuk melewatkan sesi latihan jika kita merasa sangat lelah atau tidak enak badan. Yang penting adalah menemukan keseimbangan antara tetap aktif dan memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri dan menjadi lebih kuat.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
