
Generasi Z. (Freepik)
JawaPos.com – Menurut salah satu studi nilai-nilai dan perspektif Gen Z yang sangat berbeda telah mengirimkan dampak berantai ke seluruh budaya generasi mulai dari teknologi, hingga isu-isu sosial, tempat kerja, politik, dan konsumsi.
Keinginan mereka untuk menemukan makna dan tujuan, sekaligus menantang stereotip dan stigma tradisional, menciptakan dunia baru bagi mereka untuk hidup, tetapi juga berbenturan dengan generasi yang lebih tua yang telah memantapkan posisi mereka di lingkungan saat ini.
Kebencian dan ketegangan antargenerasi ini paling umum terjadi di tempat kerja, di mana karyawan Gen Z memperjuangkan kebutuhan dan harapan mereka sendiri sementara generasi yang lebih tua secara aktif menolak.
Dilansir dari laman YourTango, berikut 5 hal yang sering dilakukan gen z saat mereka tidak dihargai di tempat kerja.
1. Berhenti secara diam-diam
Bersamaan dengan mentalitas budaya kerja keras generasi yang lebih tua di tempat kerja, yang bekerja keras demi kesetiaan kepada atasan, Gen Z yang mengadopsi tren untuk berhenti diam-diam yang merupakan suatu hal pertentangan tajam.
Dengan memenuhi persyaratan minimum dalam peran mereka, pekerja Gen Z hanya melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka, menolak untuk berprestasi lebih tanpa kompensasi atau pengakuan atas apa yang telah mereka lakukan.
Mengingat Gen Z cenderung lebih mengutamakan keseimbangan kehidupan kerja di atas segalanya dalam kehidupan profesional mereka, tidak mengherankan jika mereka melindungi waktu pribadi dan kesejahteraan umum mereka dengan menolak menanggung stres, kecemasan, atau tanggung jawab tambahan tanpa manfaat tambahan apa pun di tempat kerja.
2. Mengambil waktu cuti yang lama
Memanfaatkan waktu libur telah menjadi salah satu cara diam-diam pekerja Gen Z membalas dendam terhadap atasan mereka atas perlakuan tidak adil di tempat kerja.
Hal ini mulai dari memanfaatkan seluruh waktu sakit mereka, mengambil cuti kesehatan, dan bahkan menjadwalkan liburan selama jam-jam sibuk di kantor, memanfaatkan waktu libur mereka bukan sekadar hak, tetapi terkadang juga merupakan tindakan pembangkangan terhadap budaya tempat kerja yang memaksa.
3. Pulang kerja lebih awal
Pekerja Gen Z makin peduli dengan penetapan dan prioritas batasan kerja guna melindungi kesejahteraan pribadi dan waktu mereka, entah itu berarti pulang kerja lebih awal guna mencegah kejenuhan, menetapkan batasan pada pekerjaan ekstra yang mereka ambil, atau menjadwalkan hari kesehatan selama periode sibuk dalam setahun.
Sementara beberapa tim pimpinan merasa nyaman dengan karyawan mereka yang meluangkan waktu untuk diri mereka sendiri atau pulang lebih awal saat mereka perlu, yang lain memaksakan rutinitas yang ketat dan kaku di tempat kerja.
4. Tidak menyimpan kontak langsung dari kantor

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
