
Ilustrasi akun media sosial yang private. (Lifewire)
JawaPos.com – Ada perbedaan menarik antara orang-orang yang menjaga profil media sosialnya tetap publik dan mereka yang lebih suka melakukan pengaturan privasi.
Menurut psikologi, perbedaan ini sering kali mencerminkan perilaku tertentu yang terkait dengan ciri-ciri kepribadian.
Mereka yang menjaga akun profil media sosial tetap private biasanya menunjukkan serangkaian 8 perilaku ini, seperti dilansir dari Geediting.
Salah satu perilaku utama yang ditunjukkan oleh orang-orang yang merahasiakan profilnya adalah keinginan kuat untuk mengendalikan. Orang-orang ini selektif, waspada, dan penuh perhatian terhadap informasi yang mereka sebarkan ke dunia.
Orang yang merahasiakan profil media sosialnya, cenderung lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas bila menyangkut koneksi.
Perilaku ini menunjukkan banyak hal tentang preferensinya terhadap interaksi sosial yang lebih dalam dan bermakna, baik daring maupun luring.
Orang yang mendapat skor tinggi dalam ekstroversi lebih cenderung memiliki profil media sosial publik. Sebaliknya, mereka yang menjaga profilnya tetap private biasanya menunjukkan tingkat ekstroversi yang lebih rendah.
Ini bukan berarti mereka antisosial atau tidak suka bergaul. Melainkan lebih suka pertemuan sosial yang lebih kecil dan akrab daripada pertemuan sosial yang besar dan terbuka.
Salah satu ciri paling umum dari orang-orang yang menjaga profil media sosialnya tetap terkunci adalah tingginya rasa hormat terhadap privasi pribadi.
Orang-orang ini menghargai ruang pribadi dan percaya akan pentingnya menjaga aspek-aspek tertentu dalam kehidupan dari mata-mata. Mereka juga memahami pentingnya privasi di dunia publik yang semakin meningkat.
Orang-orang ini tidak berusaha untuk membentuk kepribadian agar dilihat dunia. Mereka hanya menjadi diri sendiri.
Keaslian ini melampaui kehadiran digital. Itu bagian dari jati diri mereka, individu yang tulus menghargai hubungan nyata daripada hubungan yang dangkal.
Di era digital ini, apa pun yang kita lakukan daring meninggalkan jejak. Mereka sadar bahwa apa yang dibagikan daring dapat dilihat oleh orang lain dan berpotensi bertahan selamanya di dunia internet yang luas.
Perilaku ini bukan berarti merahasiakannya, melainkan tentang menyadari dan bertanggung jawab atas jejak yang mereka tinggalkan di dunia digital.
Aspek menarik dari mereka yang menjaga profil media sosialnya tetap private adalah rendahnya kerentanan terhadap perbandingan sosial.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
