Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20.14 WIB

Jika Anda Masih Mengirimkan Ucapan Terima Kasih Tulisan Tangan, Anda Memiliki 7 Kualitas yang Perlahan Menghilang dari Masyarakat Menurut Psikologi

seseorang yang masih mengirimkan terima kasih tulisan tangan


JawaPos.com - Di era serba digital seperti sekarang, segala sesuatu berlangsung cepat, instan, dan praktis. Pesan singkat menggantikan surat, emoji menggantikan ekspresi wajah, dan “terima kasih” cukup diketik dalam satu baris WhatsApp. Di tengah perubahan besar ini, ucapan terima kasih tulisan tangan menjadi sesuatu yang langka, bahkan hampir dianggap kuno.

Namun, menurut psikologi sosial dan kepribadian, kebiasaan sederhana ini justru mencerminkan kualitas-kualitas psikologis yang semakin jarang ditemukan dalam masyarakat modern. Jika Anda masih menulis kartu ucapan terima kasih dengan tangan sendiri, besar kemungkinan Anda memiliki karakter kuat yang tidak hanya berharga secara emosional, tetapi juga secara sosial dan mental.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (11/2), terdapat 7 kualitas yang perlahan menghilang dari masyarakat, tetapi masih hidup dalam diri orang-orang yang mempertahankan kebiasaan ini:

Baca Juga: Orang yang Lebih Suka Bekerja di Kafe daripada di Rumah Biasanya Mencari 9 Hal Ini Menurut Psikologi

1. Kesadaran Emosional yang Tinggi (Emotional Awareness)

Menulis ucapan terima kasih secara manual membutuhkan kehadiran emosi yang nyata. Anda tidak hanya mengirim pesan, tetapi benar-benar memproses rasa terima kasih itu secara internal.

Dalam psikologi, ini disebut emotional awareness — kemampuan menyadari, memahami, dan mengekspresikan emosi secara sadar. Orang yang menulis ucapan tangan biasanya:

Lebih peka terhadap perasaan orang lain

Tidak reaktif secara emosional

Lebih reflektif dalam berkomunikasi

Di masyarakat modern yang serba cepat, banyak orang mengekspresikan emosi secara impulsif, bukan reflektif.

Ucapan tulisan tangan menunjukkan bahwa Anda memikirkan perasaan penerima, bukan hanya menyelesaikan kewajiban sosial. Ini adalah tanda empati kognitif dan empati emosional.

Menurut psikologi, empati bukan hanya “merasa kasihan”, tetapi kemampuan untuk:

Memahami perspektif orang lain

Menghargai makna tindakan mereka

Mengakui dampak emosionalnya terhadap diri kita

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore