
seseorang yang selalu menjadi terapis bagi banyak orang./Freepik/freepik
JawaPos.com - Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi pendengar yang baik adalah sebuah kelebihan.
Kita dipuji karena “dewasa sebelum waktunya”, dianggap bijak, tenang, dan selalu bisa diandalkan. Namun di balik label positif itu, ada peran tersembunyi yang sering luput disadari: teman terapis.
Dalam psikologi, peran ini sering muncul pada anak atau remaja yang terbiasa menjadi tempat curhat, penenang emosi, bahkan penyangga konflik orang lain—tanpa pernah benar-benar mendapat ruang untuk emosinya sendiri.
Masalahnya, peran ini jarang berhenti saat kita dewasa. Ia ikut tumbuh bersama kita, membentuk pola relasi, cara mencintai, dan cara kita memperlakukan diri sendiri.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (11/1), terdapat sembilan tanda bahwa Anda adalah “teman terapis” sejak tumbuh dewasa, dan bagaimana hal itu diam-diam masih merugikan Anda hingga hari ini.
1. Anda Terbiasa Menyerap Masalah Orang Lain Seolah Itu Tanggung Jawab Pribadi
Sebagai teman terapis, Anda tidak sekadar mendengarkan. Anda menyerap. Masalah orang lain terasa seperti beban di pundak Anda sendiri, bahkan ketika itu tidak ada hubungannya dengan hidup Anda.
Psikologi menyebut ini sebagai emotional over-responsibility, yaitu kecenderungan merasa bertanggung jawab atas kesejahteraan emosional orang lain.
Pola ini sering terbentuk sejak kecil ketika Anda belajar bahwa ketenangan sekitar bergantung pada kemampuan Anda untuk “menguatkan” orang lain.
Akibatnya, Anda mudah lelah secara emosional tanpa tahu mengapa.
2. Anda Lebih Peka Terhadap Emosi Orang Lain daripada Emosi Sendiri
Anda bisa langsung tahu ketika seseorang sedang tidak baik-baik saja, bahkan dari perubahan nada bicara kecil. Namun ketika ditanya, “Kamu sendiri bagaimana?”, Anda justru bingung menjawab.
Ini berkaitan dengan disconnection from self, kondisi ketika seseorang terlalu fokus ke luar sehingga kehilangan akses ke emosi internalnya sendiri.
Banyak teman terapis dewasa mengalami kesulitan mengenali kebutuhan pribadi karena sejak awal dilatih untuk membaca orang lain, bukan dirinya.
3. Anda Merasa Bersalah Jika Tidak Bisa Membantu

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
