Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 18.27 WIB

Orang yang Merasa Tidak Nyaman dengan Gagasan Basa-Basi Biasanya Memiliki 7 Ciri Langka Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang tidak nyaman saat basa basi


JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, basa-basi sering dianggap sebagai “pelumas sosial” yang membantu percakapan mengalir lebih ringan. 

 
Banyak orang merasa nyaman dengan sapaan sederhana, pertanyaan singkat seputar cuaca, atau obrolan ringan lain yang sebenarnya tidak terlalu penting. 
 
Namun, ada sebagian orang yang justru merasa kikuk, lelah, bahkan tidak nyaman ketika harus terjebak dalam basa-basi. 
 
 
Mereka lebih suka masuk ke inti pembicaraan, membahas hal-hal bermakna, atau sekadar menjaga hening tanpa merasa bersalah.

Fenomena ini menarik untuk diteliti dari kacamata psikologi. 
 
Dilansir dari Geediting pada Senin (29/9), orang-orang yang tidak suka basa-basi sering kali memiliki beberapa ciri kepribadian langka yang tidak banyak dimiliki orang pada umumnya. 
 
Berikut adalah tujuh di antaranya.
 
Baca Juga: 7 Perilaku Sunyi Wanita yang Belum Menyadari Nilai Dirinya Menurut Psikologi

1. Lebih Menghargai Keaslian daripada Kepura-puraan


Orang yang enggan basa-basi biasanya menaruh nilai tinggi pada keaslian. 
 
Bagi mereka, percakapan yang hanya mengisi kekosongan tanpa makna terasa seperti topeng sosial. 
 
Mereka merasa energi lebih baik diinvestasikan untuk diskusi yang jujur, daripada mengucapkan kalimat-kalimat sopan yang tidak benar-benar mereka maksudkan.

2. Memiliki Kebutuhan Tinggi Akan Hubungan yang Bermakna


Dalam psikologi, hal ini sering dikaitkan dengan kebutuhan deep connection. 
 
Mereka tidak sekadar ingin berinteraksi, tetapi ingin memahami pikiran, perasaan, atau pandangan hidup orang lain secara lebih dalam. 
 
Basa-basi terasa hambar karena tidak memberi ruang untuk membangun koneksi sejati.

3. Cenderung Introspektif dan Reflektif


Sifat ini membuat mereka lebih sering berpikir mendalam tentang kehidupan, tujuan, dan makna.
 
Ketika orang lain sibuk berbasa-basi, mereka justru mempertanyakan “apa inti dari percakapan ini?”. 
 
Sikap reflektif tersebut membuat mereka lebih tertarik pada diskusi yang menantang pikiran dibanding obrolan permukaan.

4. Sensitivitas Tinggi Terhadap Energi Sosial


Psikologi menyebut sebagian orang memiliki sensitivitas tinggi atau high sensitivity. 
 
Mereka cepat lelah dengan percakapan yang tidak penting karena otaknya bekerja lebih keras untuk menyaring informasi. 
 
Akibatnya, basa-basi terasa menguras energi, sementara percakapan tulus justru memberi mereka semangat.

5. Tidak Takut dengan Keheningan


Mayoritas orang merasa canggung jika suasana hening, lalu mencoba menutupinya dengan basa-basi. 
 
Namun, mereka yang tidak suka basa-basi justru nyaman dengan keheningan. 
 
Mereka percaya diam tidak selalu berarti canggung, melainkan ruang untuk berpikir atau sekadar menikmati kehadiran orang lain.

6. Lebih Selektif dalam Berteman


Karena enggan menghabiskan waktu dengan percakapan kosong, mereka cenderung hanya membuka diri kepada orang-orang tertentu. 
 
Dalam psikologi, hal ini sering dikaitkan dengan pola hubungan yang berfokus pada kualitas, bukan kuantitas. 
 
Tidak heran, lingkaran pertemanan mereka mungkin kecil, tetapi sangat erat.

7. Menunjukkan Kecenderungan Introvert atau Ambivert Dominan


Bukan berarti orang yang tidak suka basa-basi selalu introvert, tetapi banyak dari mereka memiliki sifat tersebut.
 
Introvert memang lebih menyukai percakapan yang tenang dan dalam dibandingkan interaksi ringan yang sifatnya sosial formalitas. 
 
Bahkan ambivert sekalipun, ketika dominan sisi introvertnya, bisa merasakan hal yang sama.

Kesimpulan


Ketidaknyamanan terhadap basa-basi bukanlah kelemahan, melainkan tanda adanya kedalaman cara berpikir dan kebutuhan emosional yang berbeda. 
 
Orang-orang seperti ini umumnya menghargai keaslian, kenyamanan dalam hening, serta percakapan yang benar-benar bermakna.

Di tengah dunia yang sering penuh dengan formalitas sosial, mereka menjadi pengingat bahwa komunikasi sejati bukan soal banyaknya kata, melainkan kualitas hubungan yang dibangun. 
 
Jadi, jika Anda termasuk orang yang merasa asing dengan basa-basi, bisa jadi Anda memiliki ciri-ciri langka yang justru menjadi kekuatan dalam membangun hubungan yang lebih otentik.
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore