
Ilustrasi seorang anak kecil sedang duduk sendirian di sudut ruangan dengan ekspresi sedih, mencerminkan isolasi emosional./Freepik
JawaPos.com - Tumbuh dewasa dengan orang tua yang kaku terkadang membuat kita kesulitan memahami perasaan mereka.
Seringkali, apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan harapan untuk mendapatkan afeksi secara tulus dan terbuka. Butuh waktu bertahun-tahun bagi seorang anak untuk menyadari hal ini.
Melansir dari Geediting.com Minggu (28/9), beberapa ungkapan yang sering diucapkan justru menjadi tanda. Ungkapan ini menunjukkan adanya kesulitan orang tua dalam menyampaikan rasa cinta yang sehat. Mari kita simak delapan frasa umum yang menjadi petunjuk tersebut.
1. "Berhenti menangis atau Ayah/Ibu beri alasan untuk menangis"
Ungkapan ini mengajarkan anak bahwa menunjukkan emosi adalah sebuah kelemahan. Ini juga mengirim pesan bahwa mengekspresikan rasa sakit hanya akan mendatangkan masalah baru. Anak belajar untuk menekan emosi, yang berpotensi memicu kecemasan saat dewasa.
2. "Karena saya bilang begitu"
Frasa ini memang mudah dan cepat bagi orang tua yang kelelahan. Namun, ini menutup pintu dialog serta menghentikan proses komunikasi yang tulus. Cinta yang sehat harusnya diikuti dengan kesabaran dan keinginan untuk membimbing.
3. "Kamu terlalu sensitif"
Mendengar ini berulang kali dapat membuat anak meragukan naluri dan perasaannya sendiri. Pesan ini mengikis kepercayaan diri emosional. Orang tua yang ekspresif seharusnya bertanya apa yang mengganggu anaknya, bukan melabeli mereka "berlebihan".
4. "Kenapa kamu tidak seperti adik/kakakmu?"
Perbandingan ini mungkin dimaksudkan untuk memotivasi, tetapi sering kali menciptakan rasa tidak aman yang mendalam. Cinta yang tulus tidak seharusnya bersyarat. Frasa ini membuat anak merasa harus selalu bersaing.
5. "Saya mengorbankan segalanya untukmu"
Pernyataan ini mengubah cinta menjadi sebuah transaksi atau utang budi yang berat. Anak merasa berhutang budi, bukan disayangi secara cuma-cuma. Kasih sayang yang dipersenjatai dengan rasa bersalah bukanlah kepedulian.
6. "Kamu akan mengerti setelah dewasa"
Frasa ini sering digunakan saat anak meminta koneksi emosional tetapi justru mendapatkan tembok. Kalimat ini menutup percakapan, menghindar dari kerentanan, dan menciptakan jarak yang lebar. Jarak emosional ini sayangnya tidak selalu menyusut seiring bertambahnya usia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022