Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 15.26 WIB

4 Alasan Mengapa Memilih Pasangan saat Kesepian adalah Keputusan Buruk Menurut Psikologi

Ilustrasi. Sumber: JUrban/Pixabay.com

JawaPos.com – Ingin punya pasangan saat rasa kesepian melanda mungkin jadi suatu hal yang wajar. Ternyata hal tersebut malah membuat banyak orang salah memilih pasangan. Mengapa demikian? Alasan psikologis menjawab bagaimana memilih pasangan saat kesepian cenderung berakhir buruk dan tidak mendapatkan hubungan yang sehat.

Kesepian pasti dirasakan semua orang terlebih mereka yang sedang berada di masa dewasa awal. Penelitian dari Psychological Science (2024), menjelaskan masa dewasa awal sering kali merupakan titik tertinggi kesepian.

Jika melihat teori Psikososial dari ahli psikolog Erik Erikson, masa tersebut merupakan sebuah konflik antara isolasi dan keintiman (Isolation vs Intimacy). Seseorang akan berhadapan pada isolasi atau kesepian dan mencari suatu bentuk keintiman seperti mencari pasangan.

Walaupun begitu, banyak orang-orang yang kesepian kerap memilih pasangan yang salah karena faktor-faktor psikologis. Mari simak pembahasannya.

  1. Standar Menurun karena Kesepian

Studi dari Lettia Anne Peplau dan Daniel Perlman (1982) menyatakan bahwa kesepian dalam pencarian pasangan muncul karena ada “gap” antara hubungan yang kita inginkan dengan kenyataan sebenarnya. Saat kesepian tersebut maka orang cenderung menurunkan standar agar cepat dapat pasangan.

Attachment Theory dari Bowlby dan Ainsworth juga menjelaskan hal demikian lewat teori kelekatan. Seseorang bisa saja mengabaikan tanda-tanda orang yang berstandar nilai rendah atau bahkan redflag untuk mendapatkan pasangan.

  1. Bias Kognitif saat Kesepian

Salah memilih pasangan saat kesepian juga dikarenakan adanya bias kognitif. Bias tersebut terjadi karena seseorang hanya menginginkan tujuan dan hasil jangka pendek seperti teman ngobrol, validasi dan juga perhatian.

Pertimbangan seperti kecocokan sikap, tujuan hidup dan juga karakter yang harusnya menjadi tujuan jangka panjang untuk hubungan yang lebih sehat malah tidak terpikir dengan baik.

  1. Risiko Terjebak Hubungan Tidak Sehat

Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationship (2016) menemukan bahwa orang yang memilih pasangan karena faktor kesepian lebih rentan terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Relasi mereka yang menjalin hubungan karena kesepian cenderung penuh konflik dan toksik.

Hal tersebut karena alasan awal yang dimiliki orang yang kesepian hanya untuk mengisi kekosongan akan rasa sepi tersebut. Tujuan utama mereka hanya pelarian dari kesepian bukan untuk menjalin hubungan serius.

  1. Cinta Karena Butuh Bukan Cinta Karena Siap

Setiap orang memang membutuhkan afeksi dan dukungan emosional tapi bukan berarti itu merupakan hal yang cukup untuk menjalin hubungan yang sehat. Piramida kebutuhan dari teori Abraham Maslow menjelaskan bahwa Need of Love sangat berbeda dengan Being of Love.

Ketika kita butuh cinta (Need of Love) karena hal lain seperti kesepian dan lainnya maka kita akan cenderung banyak meminta. Sedangkan hubungan yang baik bukan hanya mereka yang terus meminta tapi juga mereka yang menjadi dan memberi (Being of Love).

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore