Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 19.29 WIB

Mengapa Anak Pertama Rentan Mengalami Oldest Child Syndrome? Pahami Ciri-Ciri dan Faktor Penyebabnya

Ilustrasi hubungan persaudaraan yang sehat (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi hubungan persaudaraan yang sehat (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Posisi anak pertama sering kali menjadikannya pusat perhatian dalam keluarga. Saat masih kecil, ia mendapatkan perhatian penuh, tidak hanya dari orang tua, tetapi juga dari lingkungan sekitar. Namun, situasi ini berubah ketika si sulung menjadi seorang kakak.

Perlahan, perhatian orang akan teralihkan pada sang adik, dan sebagai kakak, si sulung mulai dianggap mampu mengemban berbagai tanggung jawab. Mulai dari tugas domestik, peran sebagai "orang tua kedua" bagi adiknya, hingga menjadi teladan bagi adik-adiknya.

Tekanan ini dapat menyebabkan stres dan membuat anak pertama merasa tertekan atau terabaikan, sebuah kondisi yang dikenal sebagai oldest child syndrome.

Ciri-Ciri Anak Pertama

Menurut laman AI Care, anak pertama biasanya memiliki lima ciri khas ini:

  • Dominan dan berjiwa leadership yang kuat.
  • Perfeksionis
  • Penuh rasa percaya diri
  • Kompetitif 
  • Protektif 

Ada banyak faktor yang membentuk sifat anak sulung ini. Penting bagi orang tua untuk mengetahui hal ini agar dapat mengambil langkah proaktif dalam menyeimbangkan hubungan dengan anak.

Penyebab Oldest Child Syndrome

Dilansir dari psychologytoday.com, berikut adalah faktor-faktor penyebab anak pertama mengalami oldest child syndrome:

1. Tingginya ekspektasi orang tua pada anak pertama

Meski bermaksud baik, harapan dan mimpi orang tua yang dibebankan pada anak pertama dapat membuat mereka overwhelmed dan tertekan, bahkan stress jika tidak dapat memenuhi standar tersebut.

2. Hubungan persaudaraan yang tidak setara di rumah

Beberapa orang tua membebankan tugas domestik dan caregiving hanya pada anak tertua karena menganggap mereka telah dewasa dan bisa bertanggung jawab. Hal ini dapat membuat anak sulung merasa tidak 'dilihat' sebagai anak, atau overshadowed by their siblings. Membuat mereka merasa tidak dipilih dan sering diabaikan.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua anak sulung mengalami sindrom ini. Untuk pemahaman yang lebih jelas, disarankan untuk melakukan asesmen dengan ahli.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore