Ilustrasi cara mendeteksi manipulator dalam 5 menit pertemuan pertama agar tak terjebak dalam niat buruk mereka sejak awal. (Freepik)
JawaPos.com - Pernah mendapat pesan dari seseorang yang bilang “akan tiba dalam lima menit”, tapi kenyataannya baru muncul 15 atau bahkan 25 menit kemudian? Kebiasaan ini bukan sekadar soal telat, melainkan mencerminkan cara berpikir yang cukup unik dan sering kali membuat orang lain geleng-geleng kepala.
Contohnya, ada orang yang mengirim pesan sambil rebahan di sofa, padahal baru saja mengunggah story sedang santai makan sereal. Beberapa menit kemudian, dia datang terburu-buru, rambut masih basah, dengan alasan lalu lintas macet. Padahal, rute yang ditempuh hanya beberapa blok dan jarang ada hambatan.
Bagi sebagian orang, “lima menit lagi” bukanlah pernyataan faktual, tapi lebih menyerupai niat baik yang diucapkan dengan penuh optimisme. Kalimat seperti “sudah parkir” mungkin artinya baru mau keluar rumah, sedangkan “masuk” bisa berarti masih cari tempat parkir. Mereka seolah hidup dalam versi waktu sendiri yang optimistis, penuh harapan, dan tidak selalu akurat.
Berikut empat sifat umum yang sering melekat pada orang-orang yang punya kebiasaan seperti ini, dikutip dari Geediting, Selasa (22/7).
1. Terlalu Percaya Diri dengan Waktu yang Tidak Masuk Akal
Orang-orang ini benar-benar percaya mereka bisa menyelesaikan banyak hal dalam waktu yang sangat singkat. Ketika mengatakan akan tiba dalam lima menit, mereka membayangkan bisa mandi, berpakaian, menyetir sejauh 15 menit, mencari parkir, lalu berjalan kaki tiga blok seolah semua dalam durasi sempit itu.
Bukan karena mereka berbohong, tetapi karena mereka hidup berdasarkan skenario terbaik: semua lampu lalu lintas hijau, parkiran langsung tersedia, dan lift langsung terbuka.
Sayangnya, harapan ini jarang sesuai kenyataan. Ketika sesuatu tak berjalan sesuai rencana, mereka tetap terkejut, seolah itu kejadian langka padahal hampir selalu begitu.
2. Hidup di "Saat Ini" yang Tidak Pernah Berakhir
Bagi sebagian orang, waktu terasa seperti serangkaian momen sekarang yang tiada habisnya. Masa depan tidak dipikirkan sebagai kenyataan yang akan datang, melainkan sebagai “sekarang versi lain” yang belum terjadi.
Ketika mengirim pesan “lima menit lagi”, pikiran mereka sudah melompat ke masa ketika sudah tiba, meskipun tubuh mereka masih duduk di depan cermin. Mereka merasa sudah melangkah keluar karena secara mental sudah siap. Akibatnya, proses nyata seperti berpindah tempat atau menempuh perjalanan jadi tidak terasa penting.
Orang dengan pola pikir seperti ini juga sering terkejut dengan tenggat waktu, ulang tahun yang datang setiap tahun, atau parkir yang habis masa berlakunya meskipun semuanya sebenarnya bisa diprediksi.
3. Selalu Berusaha Mengoptimalkan Waktu
Sebelum benar-benar pergi, orang-orang ini biasanya mencoba memaksimalkan setiap menit yang ada. Mereka berpikir, “Kalau sudah telat, sekalian mandi. Kalau mandi, sekalian keramas. Kalau keramas, sekalian tata rambut. Dan kalau rambut sudah ditata...”

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
