Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 05.59 WIB

Teknik Psikologi untuk Redakan Rasa Malas dan Kembali Produktif, Efektif Tanpa Tekanan

Ilustrasi seseorang duduk kelelahan dengan laptop, menunjukkan kondisi burnout yang umum dialami di era modern./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang duduk kelelahan dengan laptop, menunjukkan kondisi burnout yang umum dialami di era modern./Freepik

JawaPos.com – Rasa malas bukan sekadar keengganan untuk bergerak, tetapi bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran sedang berada dalam kondisi tidak seimbang.

Dalam psikologi, kemalasan sering dikaitkan dengan stres tersembunyi, kelelahan mental, atau kurangnya koneksi emosional terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Penelitian dalam Clinical Psychology Review pada 2023, rasa malas yang berulang bukan karena karakter lemah, melainkan sinyal bahwa seseorang mungkin mengalami overwhelm, burnout ringan, atau defisit dopamin, yaitu neurotransmiter yang mempengaruhi motivasi dan semangat.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menurunkan produktivitas, merusak harga diri, dan memperburuk kesehatan mental.

Melansir dari laman Yourtango, ada frasa yang digunakan oleh orang yang sangat malas untuk membuat seseorang berhenti mendesak mereka terlalu keras seperti;

- Saya bekerja lebih baik di bawah tekanan, Kamu membuatku stress, Saya punya cara saya sendiri dalam melakukan sesuatu

- Saya akan mengerjakannya pada akhirnya, Saya ingin meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar

- Saya tidak merasakannya hari ini, Saya sedang mempersiapkan diri secara mental, Saya sudah berniat melakukan itu

- Saya akan melakukannya saat saya merasa lebih baik, Tidak bisakah kamu melakukannya? Kamu lebih baik melakukannya

Ada teknik-teknik psikologi yang terbukti membantu meredakan rasa malas dan memulihkan semangat.

1. Teknik pomodoro (Fokus singkat, hasil maksimal)

Teknik ini melibatkan kerja fokus selama 25 menit, diselingi istirahat 5 menit. Setelah empat siklus, istirahat diperpanjang 15 sampai 30 menit.

Kerja Fokus dalam waktu singkat mengaktifkan sistem reward otak dan mencegah kelelahan kognitif. Tips, gunakan timer atau aplikasi khusus agar lebih terstruktur.

2. Visualisasi tujuan akhir

Bayangkan diri Anda sudah menyelesaikan tugas, merasakan kepuasan dan manfaat dari keberhasilan tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore