
Ilustrasi laki-laki yang tidak berkualitas (Freepik)
JawaPos.com - Di zaman sekarang, memahami red flags atau tanda-tanda bahaya dalam kepribadian seseorang menjadi hal penting, terutama bagi wanita yang ingin menjalin relasi sehat.
Tidak semua tanda itu mencolok—beberapa justru hadir dalam bentuk kebiasaan kecil yang tampak sepele namun berbahaya.
Psikologi menyebutkan bahwa kualitas seorang pria bukan hanya diukur dari tampilan luar atau pencapaian, tetapi dari perilaku sehari-harinya.
Dengan maraknya pencarian seputar ciri pria tidak dewasa, tanda pria manipulatif, tanda pria tidak layak dijadikan pasangan, hingga kebiasaan pria toxic, artikel ini akan membahas tujuh kebiasaan halus yang sering luput diperhatikan, namun bisa menjadi sinyal kuat bahwa seseorang adalah pria yang tidak berkualitas.
Dilansir dari laman Geediting (24/5), berikut adalah tujuh kebiasaan halus yang menunjukkan seorang pria berkualitas rendah menurut psikologi:
Baca Juga: Jika Kamu Ingin Terlihat 20 Tahun Lebih Muda, Hentikan 7 Kebiasaan Ini
Salah satu ciri yang paling mencolok adalah kebiasaan blaming others. Pria yang tidak berkualitas cenderung menolak bertanggung jawab atas kesalahan mereka dan lebih suka menyalahkan orang lain, situasi, atau bahkan nasib buruk.
Menurut psikologi, ini mencerminkan ketidakmampuan dalam mengenali dan memperbaiki kesalahan pribadi, yang dalam jangka panjang sangat berbahaya dalam hubungan.
Kurangnya empati adalah sinyal serius bahwa pria tersebut tidak bisa menjadi pasangan yang suportif. Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain.
Pria yang selalu cuek terhadap perasaan pasangan dan tidak peduli dengan keadaan emosional orang lain, menurut pakar psikologi seperti Daniel Goleman, adalah tipe yang sebaiknya dihindari.
Kebiasaan berbohong, meskipun kecil, bisa menjadi tanda jelas bahwa pria tersebut tidak jujur dan sulit dipercaya.
Entah itu memutarbalikkan fakta atau menutupi hal kecil tanpa alasan, menurut Sigmund Freud, kebohongan akan selalu muncul ke permukaan melalui tindakan dan bahasa tubuh.
Kejujuran adalah fondasi penting dalam hubungan, dan jika ini tidak ada, maka kualitasnya pun patut dipertanyakan.
Menurut riset psikolog Faye Doell, pria berkualitas adalah pendengar yang baik. Mereka tertarik pada perspektif pasangan, bukan hanya mendominasi percakapan.
Pria yang selalu memotong pembicaraan, merespons tanpa memahami konteks, atau hanya ingin didengar tanpa mendengarkan, menunjukkan bahwa ia kurang peduli dan tidak menghargai komunikasi dua arah.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
