Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 23.32 WIB

7 Tipe Teman yang Seharusnya Kamu Jauhi Seiring Bertambahnya Usia Menurut Psikologi

Ilustrasi pertemanan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Seiring kita menua, kita mulai menyadari bahwa tidak semua bentuk pertemanan memiliki nilai yang sama. Ada teman-teman yang sangat menyenangkan saat kita masih muda, namun seiring berkembangnya kehidupan dan bertambahnya kedewasaan, hubungan itu mungkin sudah tidak lagi selaras dengan siapa kita sekarang.

Dari sudut pandang psikologi, ada beberapa tipe teman yang seiring waktu mungkin lebih banyak membawa beban daripada manfaat. Dalam proses tumbuh dewasa, melepaskan jenis pertemanan tertentu bukanlah hal yang salah, justru bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan emosional.

Dilansir dari Laman Parent From Heart pada Selasa (29/04), kita akan membahas tujuh jenis teman yang mungkin tidak lagi cocok untuk kita pertahankan seiring perjalanan hidup kita.

1. Si Kompetitor Abadi

Ketika kita semakin dewasa, hubungan pertemanan seharusnya dibangun atas dasar saling dukung, bukan saling bersaing. Namun, ada teman yang selalu merasa harus lebih unggul dari kita baik dalam hal karier, pencapaian pribadi, atau bahkan hal kecil sekalipun. Alih-alih ikut bahagia atas keberhasilan kita, mereka justru terpacu untuk mengalahkan kita.

Hubungan seperti ini dapat menguras energi dan menciptakan suasana negatif. Seperti kata psikolog Carl Rogers, "Orang yang benar-benar terdidik adalah mereka yang terus belajar dan mampu beradaptasi." Maka, jika seorang teman lebih mendorong persaingan daripada pertumbuhan bersama, mungkin saatnya mengevaluasi kembali peran mereka dalam hidup kita.

2. Penguras Energi

Semakin kita menua, semakin kita peka terhadap siapa yang membuat hidup kita lebih ringan dan siapa yang justru memberatkan. Mungkin kamu pernah punya teman yang membuat kamu merasa lelah setiap kali bertemu. Topik pembicaraan selalu tentang masalah mereka, drama yang tak kunjung selesai, dan sangat jarang mereka menanyakan kabarmu

Jika pertemanan terasa lebih seperti pekerjaan menjadi konselor daripada hubungan dua arah yang sehat, itu bisa menjadi pertanda bahwa hubungan tersebut sudah tidak lagi membangun. Seperti yang dikatakan psikolog Albert Bandura, rasa percaya diri dan ketangguhan adalah kunci untuk menghadapi kerasnya hidup dan teman sejati seharusnya memperkuat itu, bukan melemahkannya.

3. Teman Musiman

Teman seperti ini hanya muncul saat segalanya berjalan lancar, tapi menghilang saat kamu sedang dalam masalah. Mereka akan hadir di momen bahagia, namun tidak ada saat kamu butuh dukungan di masa sulit.

Padahal, esensi dari pertemanan sejati adalah kebersamaan dalam segala situasi, baik suka maupun duka. Jika seseorang hanya hadir di saat senang tapi tak pernah ada di saat susah, mungkin hubungan itu tidak sepadan untuk dipertahankan.

4. Si Pesimis

Kita semua pernah bertemu orang yang selalu melihat sisi gelap dari segala hal. Teman seperti ini sulit merasa puas dan cenderung menarik kamu ke dalam pola pikir negatif. Dalam jangka panjang, kehadiran mereka bisa berdampak pada cara pandang kamu terhadap hidup.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore