Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 22.52 WIB

8 Kebiasaan Umum Ini Sering Dipertanyakan Orang-Orang yang Mencapai Kesuksesan dengan Cepat

Ilustrasi seseorang sedang merenung di tengah keramaian. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang sedang merenung di tengah keramaian. (Freepik)

Jawapos.com - Pernahkah kamu mengamati orang-orang yang kariernya meroket atau bisnisnya berkembang pesat? Mereka seolah punya cara pandang yang berbeda terhadap banyak hal. Ternyata, orang-orang yang mencapai kesuksesan dengan cepat ini sering kali mempertanyakan beberapa perilaku yang dianggap "normal" oleh kebanyakan orang.

Perilaku ini mungkin terasa nyaman atau sudah jadi kebiasaan. Tapi bagi mereka yang ingin terus maju, hal-hal ini justru jadi bahan perenungan. Melansir geediting.com pada Sabtu (19/4), berikut adalah delapan kebiasaan yang dianggap normal namun sering dipertanyakan oleh orang-orang yang mencapai kesuksesan dengan cepat dalam hidup.

1. Menerima Keadaan Apa Adanya

Orang yang cepat berkembang tidak mudah menerima segala sesuatu begitu saja. Mereka cenderung mempertanyakan status quo dan mencari cara untuk melakukan perbaikan serta inovasi. Mereka tidak puas dengan "begini memang seharusnya".

2. Terlalu Nyaman

Mereka paham betul bahwa pertumbuhan terjadi saat kita keluar dari zona nyaman. Orang-orang sukses ini justru merangkul tantangan, bukan menghindarinya, karena di sanalah ada pelajaran berharga.

3. Menghindari Kegagalan

Alih-alih takut gagal, mereka melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar. Kegagalan dianggap sebagai satu di antara langkah menuju keberhasilan, bukan akhir dari segalanya.

4. Takut Perubahan

Mereka justru memandang perubahan sebagai tanda kemajuan. Perubahan adalah peluang untuk tumbuh dan terus belajar hal-hal baru, bukan sesuatu yang harus ditakuti.

5. Mengabaikan Perawatan Diri

Mereka sadar pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Prioritas pada diri sendiri ini bukan egois, tapi penting untuk menjaga energi dan fokus demi kesuksesan jangka panjang.

6. Mengabaikan Intuisi

Selain logika, mereka juga menghargai dan percaya pada firasat atau intuisi mereka. Perasaan "dari perut" ini sering kali jadi panduan penting di samping analisis rasional.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore