Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 00.05 WIB

Pria yang Dibesarkan oleh Ayah yang Misoginis Sering Mewarisi 8 Kepribadian Ini Tanpa Disadari Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang dibesarkan oleh ayah yang misoginis - Image

Ilustrasi seseorang yang dibesarkan oleh ayah yang misoginis

JawaPos.com - Seorang ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter dan pandangan hidup anaknya, terutama dalam membentuk sikapnya terhadap orang lain, termasuk perempuan.

Ketika seorang pria dibesarkan oleh ayah yang memiliki pandangan misoginis—yaitu merendahkan, meremehkan, atau bahkan membenci perempuan—tanpa disadari, ia bisa saja mewarisi pola pikir dan perilaku yang serupa.

Hal ini terjadi karena anak-anak belajar dengan mengamati dan meniru orang tua mereka, baik secara sadar maupun tidak.

Menurut psikologi, pria yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini sering membawa pola kepribadian tertentu ke dalam kehidupan mereka, baik dalam hubungan sosial, romantis, maupun profesional.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (23/3), terdapat delapan kepribadian yang sering diwarisi oleh pria yang dibesarkan oleh ayah misoginis tanpa mereka sadari:

1. Meremehkan Pendapat Perempuan

Pria yang dibesarkan oleh ayah misoginis sering memiliki kecenderungan untuk mengabaikan atau meremehkan pendapat perempuan, seolah-olah mereka kurang kompeten atau tidak memiliki wawasan yang sama dengan pria.

Ini bisa terlihat dalam percakapan sehari-hari, di mana mereka lebih mudah menerima pendapat pria dibanding perempuan, meskipun argumen yang diberikan sama kuatnya.

2. Memandang PErempuan Sebagai Objek

Salah satu efek dari pola asuh misoginis adalah memandang perempuan bukan sebagai individu dengan kepribadian dan potensi, tetapi sebagai objek pemuas atau pelengkap bagi pria.

Hal ini bisa tercermin dalam cara pria berinteraksi dengan perempuan, misalnya sering menilai mereka hanya dari penampilan fisik atau menganggap mereka sebagai trofi dalam hubungan.

3. Sulit Menerima Otoritas Perempuan

Pria yang dibesarkan oleh ayah misoginis sering merasa tidak nyaman ketika harus berada di bawah kepemimpinan perempuan, baik di tempat kerja maupun dalam situasi lainnya.

Mereka mungkin mempertanyakan kemampuan pemimpin perempuan lebih dari yang mereka lakukan terhadap pemimpin pria, bahkan tanpa alasan yang jelas.

4. Menormalisasi Lelucon Seksis

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore