
Ilustrasi Orang yang Selalu Haus Perhatian dan Validasi (Freepik)
JawaPos.com - Sebagian orang tampak selalu butuh perhatian dan pengakuan dari orang lain. Mereka seakan tak bisa hidup tanpa sorotan dan terus mencari validasi dari lingkungan sekitar. Fenomena ini bukan sekadar sikap manja atau egois, tapi bisa berakar dari pengalaman masa kecil yang membentuk pola perilaku tersebut.
Psikologi menjelaskan bahwa kebiasaan mencari perhatian berlebihan sering kali berasal dari pengalaman di masa kanak-kanak yang kurang stabil. Faktor seperti kurangnya validasi dari orang tua, lingkungan yang terlalu kompetitif, hingga kritik yang berlebihan bisa membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang selalu merasa butuh pengakuan.
Dilansir dari laman Personal Branding Blog, Sabtu (15/03), berikut adalah tujuh pengalaman masa kecil yang sering membuat seseorang terus-menerus mencari perhatian dan validasi di masa dewasa:
1. Perhatian yang Tidak Konsisten
Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan dengan perhatian yang tidak stabil sering kali mengalami kebingungan emosional. Kadang mereka mendapatkan kasih sayang yang berlimpah, tetapi di lain waktu diabaikan begitu saja. Ketidakpastian ini membuat mereka tumbuh menjadi orang yang selalu mencari perhatian untuk mengisi kekosongan emosional yang mereka rasakan sejak kecil.
2. Kurangnya Validasi Sejak Kecil
Saat anak sering diabaikan atau pendapatnya tidak dianggap penting, mereka cenderung tumbuh dengan perasaan tidak berharga. Hal ini membuat mereka di usia dewasa selalu mencari validasi eksternal agar merasa dihargai dan diakui keberadaannya.
3. Tekanan dan Ekspektasi Tinggi
Anak yang selalu dituntut untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal akan terbiasa mengaitkan harga dirinya dengan pencapaian. Jika mereka tidak berhasil memenuhi standar yang tinggi, mereka merasa gagal dan terus mencari validasi agar merasa cukup berharga.
4. Sering Mendapat Kritik Berlebihan
Kritik yang terus-menerus bisa menanamkan rasa tidak percaya diri pada anak. Mereka tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup baik sehingga mencari pengakuan dari orang lain untuk menutupi rasa tidak aman yang mereka alami sejak kecil.
5. Lingkungan yang Terlalu Kompetitif
Jika seseorang tumbuh dalam lingkungan yang selalu membanding-bandingkan pencapaian, mereka akan terbiasa mengukur nilai dirinya berdasarkan seberapa baik mereka dibandingkan orang lain. Hal ini membuat mereka selalu haus akan pengakuan dan perhatian.
6. Sering Diabaikan atau Tidak Diperhatikan
Anak-anak yang merasa tidak diperhatikan oleh keluarga atau lingkungan sekitar akan mencari cara untuk mendapatkan perhatian, baik dengan sikap positif maupun negatif. Kebiasaan ini bisa terbawa hingga dewasa, menyebabkan mereka terus-menerus mencari validasi dari orang lain.
7. Mendapat Perhatian dan Pujian yang Berlebihan
Terlalu banyak perhatian juga bisa berdampak negatif. Anak yang selalu dipuji dalam segala hal akan tumbuh dengan ketergantungan pada validasi eksternal. Ketika dewasa dan tidak lagi mendapatkan perhatian yang sama, mereka akan merasa tidak aman dan terus mencari pengakuan.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
