Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Agustus 2026 | 01.50 WIB

Usai Ekshumasi Jenazah di Banyumas, Polisi Telusuri Jejak Barang Hilang Milik Sutrimo

Direktur Reskrimum Kombes Pol Iman Imanuddin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Direktur Reskrimum Kombes Pol Iman Imanuddin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ekshumasi jenazah di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), bukan satu-satunya langkah pihak kepolisian untuk mengungkap kematian Sutrimo. Saat ini, polisi tengah mencari tahu keberadaan barang hilang milik pria yang jasadnya ditemukan di Klinik Mordent, Jakarta Selatan (Jaksel), tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyampaikan bahwa keluarga Sutrimo sudah memberikan keterangan terkait dengan barang-barang tersebut. Untuk itu, pendalaman dilakukan oleh pihak kepolisian.

”Bahwa barang milik yang bersangkutan belum diserahkan kepada saudara S (Sutrimo), sehingga itu juga yang semakin menambah kejanggalan,” ucap Iman kepada awak media pada Kamis (13/8).

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyatakan, penyidik yang menangani kasus tewasnya Sutrimo tengah berusaha mengungkap seluruh rangkaian peristiwa. Sejak awal sampai pria yang disebut-sebut bekerja untuk Febrie Adriansyah tersebut ditemukan meninggal dunia.

Iman menegaskan, setiap langkah yang dilakukan oleh jajarannya merupakan bagian dari proses penyidikan. Sejak mendapati dugaan terjadinya tindak pidana di balik kematian Sutrimo, polisi langsung meningkatkan penanganan kasus yang semula masih penyelidikan menjadi penyidikan.

”Peristiwa tersebut diduga sebuah peristiwa pidana sehingga harus kami buktikan, di situlah kami meningkatkan dari proses penyelidikan menjadi proses penyidikan, supaya klir,” tegasnya.

Tak Ada Tanda Kekerasan Fisik pada Jenazah Sutrimo

Kemarin (12/8), Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo. Ekshumasi melibatkan para ahli dari berbagai bidang. Meski belum sampai pada kesimpulan penyebab kematian, tidak ditemukan tanda kekerasan fisik pada jenazah Sutrimo.

Untuk itu, butuh pemeriksaan lanjutan dari sejumlah sampel yang sudah diambil pada proses ekshumasi. Menurut Ketua Tim Forensik Ahmad Yudianto, pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian pria berusia 42 tahun tersebut.

”Secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang dimana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam. Untuk itu, kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian,” terang Yudi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore