Jubir KPK Budi Prasetyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan upaya perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dalam pengusutan tersebut, penyidik memeriksa pengusaha kepabeanan Heri Setiyono alias Heri Black, pada Kamis (11/6).
Pemeriksaan terhadap Heri dilakukan untuk mengonfirmasi sejumlah temuan KPK, mulai dari dokumen yang diduga berkaitan dengan penghambatan proses hukum hingga kepemilikan isi kontainer onderdil kendaraan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik sebelumnya telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan Heri Black. Lokasi tersebut meliputi rumah pribadi Heri di Semarang hingga area Pelabuhan Tanjung Emas.
"Sebelumnya terkait dengan saudara HS ini, KPK juga sudah melakukan penggeledahan di wilayah Kota Semarang. Penggeledahan di rumah yang bersangkutan, dan juga di Pelabuhan Tanjung Emas, di mana salah satu objek yang digeledah adalah kontainer yang berisi berbagai sparepart kendaraan. Itu semuanya tentu dikonfirmasi kepada saudara HS," kata Budi Prasetyo, kepada wartawan, Jumat (12/6).
Selain itu, KPK juga menelusuri informasi mengenai dugaan pengumpulan data dan bahan tertentu yang diduga diarahkan untuk menghambat jalannya penyidikan perkara korupsi tersebut. Dugaan itu turut dikaitkan dengan pemeriksaan terhadap staf Heri Black yang telah dilakukan sebelumnya.
"Termasuk juga masih dalam satu rangkaian dengan HS ini, sebelumnya KPK juga telah melakukan pemeriksaan kepada staf dari HS ya, berkaitan dengan adanya informasi pengumpulan-pengumpulan bahan, pengumpulan data yang diduga arahnya adalah untuk menghambat penyidikan perkara ini," tegasnya.
Ia menyatakan, penyidik kini tengah menganalisis barang bukti yang ditemukan dari rumah Heri Black untuk menentukan apakah unsur perintangan penyidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi terpenuhi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan (Plt Dirdik) KPK, Ahmad Taufik Husein, menyebut status kepemilikan kontainer di Pelabuhan Tanjung Mas yang sempat digeledah masih belum jelas. Menurut dia, Heri mengaku kontainer tersebut sebelumnya diurus oleh PT Blueray Cargo.
Namun, setelah perkara dugaan korupsi mencuat dan ditangani KPK, pengurusan kontainer disebut berpindah ke pihak lain yang identitasnya masih didalami oleh penyidik.
"Tetapi kemudian karena ada peristiwa pidana yang sedang ada di KPK, kemudian itu diurus oleh pihak-pihak lain. Nah ini yang ingin didalami lagi oleh penyidik," ujar Taufik.
Di sisi lain, usai menjalani pemeriksaan, Heri Black membantah memiliki kaitan dengan kontainer yang disita KPK di Pelabuhan Tanjung Mas.
Ia juga mengaku tidak mengenal Kepala Seksi Intelijen DJBC, Orlando Hamonangan, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
"Enggak (kenal Orlando)" pungkasnya.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
