Satria Jhuwanda Putra alias Wanda, tersangka pembunuhan dan mutilasi terhadap Septi Ananda menjalani pemeriksaan di Mapolres Padangpariaman, beberapa waktu lalu.(POLRES PADANGPARIAMAN)
JawaPos.com - Pengadilan Negeri (PN) Pariaman resmi menjatuhkan vonis mati kepada Satria Jhuwanda Putra alias Wanda, 25. Pria sadis ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berantai serta mutilasi terhadap tiga orang mahasiswi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim PN Pariaman dalam sidang yang digelar pada Selasa (2/6). Vonis mati ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disampaikan pada persidangan sebelumnya.
"Pada Selasa (2/6), Hakim Pengadilan Negeri Pariaman menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa sesuai dengan tuntutan yang dibacakan penuntut umum sebelumnya," tulis akun instagram @kejatisumaterabarat dikutip, Rabu (3/6).
Hakim meyakini seluruh pembuktian dari penuntut umum terkait aksi biadab yang dilakukan Wanda. Berdasarkan fakta persidangan, pembunuhan berantai ini dilakukan di rumah dan tempat kerja terdakwa yang berada di Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Aksi pertama terjadi pada Jumat, 12 Januari 2024 sekitar pukul 09.00 WIB. Wanda menghabisi nyawa korban pertama bernama Siska Oktavia Rusdi alias Cika, 23. Hanya berselang satu jam, tepatnya pukul 10.00 WIB, pelaku kembali membunuh korban kedua, Adek Gustiana, 24.
Untuk menutupi jejak keji tersebut, pelaku memasukkan jasad kedua mahasiswi itu ke dalam sumur tua yang sudah tidak dipakai di dalam rumahnya, lalu menutupinya dengan bilah papan.
Tidak berhenti sampai di situ, kekejaman Wanda berlanjut setahun kemudian. Pada Minggu, 15 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku menghabisi nyawa korban ketiga, Septia Ananda, 23, di tempat kerjanya yang berlokasi di Korong Talang Jalan, Nagari Sungai Buluah.
Kali ini, pelaku bertindak lebih sadis. Untuk menghilangkan jejak, Wanda memotong-motong tubuh korban menjadi beberapa bagian lalu membuangnya ke Sungai Batang Anai.
Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menegaskan bahwa tidak ada satu pun hal yang dapat meringankan hukuman bagi pemuda berusia 25 tahun tersebut. Dampak dari perbuatan terdakwa dinilai telah menimbulkan penderitaan yang sangat mendalam dan tidak akan pernah bisa dipulihkan bagi keluarga korban.
Bahkan, kekejian terdakwa menyisakan pilu karena ada bagian tubuh korban mutilasi yang tidak berhasil ditemukan oleh petugas hingga saat ini.
Hakim menyatakan bahwa pemulihan rasa keadilan dan penderitaan keluarga korban harus ditempatkan lebih tinggi dari permohonan terdakwa untuk memperoleh keringanan hukuman, sehingga sangat adil dan tepat untuk menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa.
Mendengar amar putusan hukuman mati yang dibacakan oleh Majelis Hakim, Wanda hanya bisa tertunduk lesu di kursi pesakitan.
Usai berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, terdakwa menyatakan mengambil sikap pikir-pikir terhadap putusan tersebut. Di sisi lain, pihak penuntut umum juga menyatakan sikap yang sama, yakni pikir-pikir, meskipun vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim sudah sepenuhnya sesuai dengan tuntutan mati yang mereka ajukan.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan tindakan Wanda sudah berada di luar batas kemanusiaan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
