
Mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim menyampaikan keterangan kepada awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Selasa (2/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim berharap bebas murni dari jeratan kasus dugaan korupsi Chromebook. Harapan itu dia sampaikan kembali usai membacakan pleidoi di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Selasa (2/6).
”Harapan saya hanya satu dari keputusan majelis (hakim), yaitu bebas murni. Tidak ada opsi lain. Secara hukum sudah dipatahkan semua unsur dakwaan. Dan bagi masyarakat yang mungkin belum mendalami hukum korupsi, satu saja dari empat unsur korupsi itu tidak terpenuhi, wajib bebas murni,” kata dia saat ditanyai oleh awak media.
Bukan hanya satu unsur, Nadiem mengklaim bahwa empat unsur korupsi yang dialamatkan oleh Jaksa Penuntut Umum kepada dirinya sudah dipatahkan. Tidak ada satu pun yang terbukti selama persidangan berjalan lebih kurang lima bulan belakangan. Karena itu, dia dan tim penasihat hukumnya mengharapkan putusan bebas murni.
Baca Juga:Kunjungi Kebakaran di Kemayoran Gempol: Wagub Rano Sentil Alasan Warga Ogah Pindah ke Rusun
”Jadi, kalau saya ditanya apa yang saya harapkan, ya tentunya sama dengan tim penasihat hukum saya, bebas murni. Tidak ada opsi lain,” ujarnya.
Nadiem percaya, jika majelis hakim berpatokan pada fakta-fakta persidangan, maka dia akan bebas murni. Sebab, dia bersama tim penasihat hukum dan saksi-saksi yang dihadirkan sudah menunjukkan kepada majelis hakim, tudingan korupsi yang dialamatkan kepada dirinya keliru. Selama sidang berlangsung, fakta-fakta justru menunjukkan bahwa dirinya tidak bersalah.
”Permintaan saya adalah kejujuran, hati nurani para hakim untuk memutuskan berdasarkan fakta yang ada di dalam persidangan. Karena jelas, fakta-fakta tersebut semuanya secara serentak telah membuktikan bahwa saya tidak bersalah, sehingga secara hukum saya wajib bebas murni,” ujarnya.
Dalam pleidoinya, Nadiem menepis mens rea atas perkara yang menyeret namanya. Menurut dia, bukti-bukti chat WhatsApp antara dirinya dengan tim, termasuk Ibrahim Arief (Ibam). Menurut dia, JPU memiliki akses untuk menjangkau seluruh bukti chat tersebut. Namun, tidak satu pun dapat menunjukkan ada perintah, arahan, atau persekongkolan untuk berbuat jahat.
”Dimana tandingan chat yang membuktikan saya mengarahkan, memerintah atau bersekongkol, dimana ini bukti? Tidak pernah keluar di persidangan, karena memang tidak ada. Saya begitu sedih, bahwa sidang ini menjadi panggung untuk bukti-bukti yang jelas menunjukkan niat baik tetapi di-framing oleh jaksa sebagai tindakan jahat,” ujarnya.
Nadiem juga menyinggung laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dia menyebut, laporan itu telah membuktikan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari kementerian, vendor laptop, reseller CDM, maupun Google. Karena itu, dia berharap putusan majelis hakim terhadap dirinya nanti adalah bebas murni.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
