
Penampakan Mohamad Irman Ali alias Woodyrman, selebgram yang terlibat dalam kasus penganiayaan di Kawasan Blok M yang menewaskan WN Brunei Darussalam. (Istimewa)
JawaPos.com - Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus penganiayaan warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam berinisial MHF di Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Berdasar hasil pemeriksaan, pelaku bernama Mohamad Irman Ali alias Woodyrman dalam keadaan mabuk saat menganiaya korban hingga terkapar dan tewas.
Katimsus Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel menyampaikan bahwa sebenarnya pelaku dan korban sudah saling kenal sejak lama. Mereka berselisih paham hingga bertikai karena persoalan pribadi. Saat insiden berdarah itu, pelaku terpengaruh minuman keras yang dikonsumsi sebelum penganiayaan terjadi.
”Terduga pelaku menyatakan dirinya terpengaruh minuman beralkohol,” ungkap Breggy dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media.
Pengakuan itu sudah diterima oleh penyidik. Namun, langkah pendalaman tetap dilakukan. Polisi masih mencari tahu akar persoalan yang memicu terjadinya pertikaian berakhir penganiayaan tersebut. Meski sudah diketahui bahwa masalah bermula dari persoalan pribadi, pendalaman tetap dilakukan untuk mencari tahu motif pelaku menganiaya korban hingga kehilangan nyawa.
”Untuk motif (pelaku memukul korban menggunakan paper bag berisi botol) lebih lanjut masih kami dalami,” terang dia.
Sebelumnya, pertikaian antara korban dengan pelaku viral di media sosial. Rekaman video insiden penganiayaan sudah tersebar luas. Polda Metro Jaya pun langsung melakukan penyelidikan bersama Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) dan Polsek Kebayoran Baru. Pelaku penganiayaan terhadap korban berinisial MHF pun sudah ditangkap.
”Terjadi peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, di depan Restu Sport, Blok M Hub, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip Rabu (27/5).
Adapun korban penganiayaan tersebut adalah MHF. Dia meninggal dunia pada 16 Mei di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Menurut Budi, penganiayaan itu terjadi saat korban berada di sekitar lokasi kejadian bersama seorang saksi. Tidak lama, datang beberapa orang lainnya yang sempat duduk serta berbincang bersama korban.
”Sekitar pukul 03.28 WIB, terduga pelaku tiba di lokasi bersama rekannya dengan menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, terduga pelaku membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca, kemudian menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub,” beber Budi.
Tidak selesai di lokasi tersebut, perdebatan pindah ke depan Restu Sport. Di lokasi itu lah pelaku memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag berisi botol kaca hingga korban terjatuh. Setelah insiden tersebut, korban sempat dibawa ke penginapan di sekitar lokasi. Korban juga dibawa ke RSPP untuk mendapatkan perawatan medis.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
