Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 22.55 WIB

Buntut Dua WNA Austria Tewas di Jembatan Air Terjun Cunca Wulang, Dinas Pariwisata Manggarai Barat Bakal Diperiksa Polisi

Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT mengevakuasi jenazah dua warga negara asing asal Austria yang dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari Jembatan Gantung Cunca Wulang di Kabupaten Manggarai Barat, Minggu. (Antara). - Image

Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT mengevakuasi jenazah dua warga negara asing asal Austria yang dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari Jembatan Gantung Cunca Wulang di Kabupaten Manggarai Barat, Minggu. (Antara).

JawaPos.com - Polres Manggarai Barat mengusut tewasnya dua warga negara asing (WNA) asal Austria di destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat. Pasangan suami istri tersebut meregang nyawa setelah terjatuh dari jembatan gantung yang rapuh pada Minggu (24/5).

Pihak kepolisian kini fokus mendalami adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan fasilitas di objek wisata populer tersebut.

"Begitu menerima laporan, personel piket fungsi bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, memasang garis polisi, serta mengevakuasi korban ke RSUD Komodo guna pemeriksaan visum," ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang dalam keterangannya, Senin (25/5).

Jembatan Lapuk dan Bolong 1,2 Meter

Korban diketahui berinisial J, 54, dan A, 56. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pasutri turis asing ini ditemukan meninggal dunia di atas batu tepat di bawah jembatan gantung berketinggian 10 meter.

Penyebab jatuhnya korban diduga kuat karena kondisi infrastruktur yang tidak layak. Polisi menemukan bagian papan jembatan yang patah hingga menyisakan lubang sepanjang 1,20 meter. Selain itu, keseluruhan konstruksi jembatan gantung tersebut memang sudah rapuh.

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Mereka yang diperiksa mulai dari sopir, tour guide lokal, petugas pos jaga, kepala desa, hingga personel kepolisian yang pertama kali menerima laporan.

"Hasil pemeriksaan sementara mengungkap adanya kondisi jembatan yang sebagian papan sudah goyang dan terangkat. Selain itu, tidak terdapat SOP tertulis terkait pengecekan rutin jembatan maupun sistem keselamatan wisata yang memadai," jelas AKBP Christian Kadang.

Minim Rambu Keselamatan dan Asuransi Wisata

Sebelum insiden maut terjadi, pemandu wisata lokal sebenarnya sempat mengingatkan kedua korban bahwa jalur treking menuju lokasi cukup licin. Nahas, saat pasutri asal Austria ini melintasi jembatan gantung, papan yang dipijak jebol dan membuat keduanya terhempas ke dasar kali.

Penyelidikan polisi juga mengungkap fakta mengejutkan lainnya terkait manajemen keselamatan di Air Terjun Cunca Wulang. Di lokasi tersebut, polisi tidak menemukan adanya rambu peringatan dini mengenai kerusakan jembatan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore