
Benda-benda yang digunakan siswa SMPN 3 Sungai Raya untuk melakukan aksi kekerasan di sekolah. (Polri)
JawaPos.com - Densus 88 Antiteror Polri memastikan bahwa pelaku aksi kekerasan di SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) satu komunitas dengan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Mereka tergabung dalam komunitas True Crime Community (TCC) yang sama.
Juru Bicara (Jubir) Densus 88 Antiteror Kombes Mayndra Eka Wardhana menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (5/2). Dia menyampaikan bahwa TCC menjadi wadah tumbuhnya ideologi ekstrem yang menyebar di kalangan pelajar.
”Berdasar analisa dari Tim Densus 88 (Antiteror Polri), mereka (siswa SMPN 3 Sungai Raya) tergabung dalam komunitas yang sama dengan ABH (anak berhadapan dengan hukum) SMAN 72 Jakarta,” ungkap dia.
Kedua pelaku memang berasal dari daerah berbeda. Usia mereka juga tidak sebaya. Namun, mereka sama-sama mengakses konten kekerasan dari TCC. Yakni komunitas yang dengan sengaja menyebarluaskan konten kekerasan melalui 27 grup dengan nama berbeda.
Berdasar data milik Densus 88 Antiteror Polri yang sudah disampaikan kepada publik, 27 grup TCC diantaranya adalah TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, serta TCC Universe V2.
”(Pelaku aksi di SMPN 3 Sungai Raya dan SMAN 72 Jakarta) mengakses dan terinspirasi komunitas daring yang sama,” kata dia.
Berdasar pendalaman oleh Densus 88 Antiteror, siswa SMPN 3 Sungai Raya yang menjadi pelaku aksi kekerasan tersebut merupakan korban perundungan. Dia memendam perasaan untuk balas dendam. Khususnya kepada teman-temannya yang kerap melakukan perundungan di sekolah.
”Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk melakukan balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga. Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” terang Mayndra.
Dari lokasi aksi, aparat kepolisian berhasil mengamankan beberapa benda yang digunakan oleh anak tersebut. Yakni 5 gas portable yang bagian sampingnya di rekatkan petasan, paku, dan pisau. Kemudian 6 botol bom molotov serta 1 bilah pisau.
”Densus 88 Antiteror Polri mendampingi Polda Kalbar dalam melakukan penanganan kasus tersebut. Mulai dari proses pemetaan hingga pemenuhan alat bukti, adapun leading sektor penanganan kasus tersebut adalah Polda Kalimantan Barat,” jelasnya.
Beruntung, dalam aksi tersebut hanya petasan yang meledak. Sementara bom molotov tidak meledak. Namun demikian, tetap ada korban luka akibat aksi tersebut. Korban merupakan salah seorang siswa di sekolah tersebut. Kini kasusnya ditangani oleh Polda Kalbar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022