
Bareskrim Polri membeber barang bukti ratusan miliar dalam kasus pemindahan uang dari rekening dormant yang berhasil diungkap. (Polri)
JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pembobolan rekening bank dormant. Tidak tanggung, nilai transaksinya mencapai Rp 204 miliar. Kasus tersebut melibatkan kepala cabang (kacab) bank.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan bahwa pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh Tim Subdit 2 Perbankan. Bermula dari laporan polisi pada 2 Juli 2025, tim tersebut melakukan penyelidikan intensif.
Brigjen Helfi menyebut, sindikat tersebut melaksanakan operasi dengan menyamar sebagai Satuan Tugas (Satgas) Perampasan Aset dan berhasil menyusup ke dalam sistem perbankan melalui kerja sama dengan oknum internal bank. Mereka spesifik menyasar rekening-rekening dormant.
Helfi menyebut, eksekusi pembobolan rekening dormant berlangsung di luar jam operasional bank. Tujuannya untuk menghindari sistem deteksi internal bank. Salah satu eksekutor dalam aksi tersebut adalah mantan teller bank yang sudah memiliki User ID Core Banking System milik kacab pembantu.
”Dari situ, dana Rp 204 miliar berhasil dipindahkan tanpa sepengetahuan nasabah. Dana tersebut kemudian disebar ke 5 rekening penampungan, sebelum akhirnya terdeteksi oleh pihak bank yang segera melaporkan ke Bareskrim,” terang Helfi.
Polri sudah menetapkan 9 orang tersangka dalam kasus tersebut. Masing-masing terbagi atas 3 klaster. Pertama tersangka AP sebagai kacab pembantu dan tersangka GRH selaku consumer relation manager. Keduanya adalah tersangka pada klaster karyawan bank.
Kemudian tersangka dalam klaster pembobolan. Masing-masing berinisial C alias K yang bertugas sebagai otak pemindahan uang sekaligus menyamar menjadi Satgas Perampasan Aset, DR selaku konsultan hukum, NAT sebagai mantan pegawai bank, R selaku mediator, serta TT selaku fasilitator keuangan ilegal.
Klaster terakhir adalah tersangka pencucian uang. Masing-masing berinisial DH yang berperan membuka blokir rekening dan IS sebagai pemilik rekening penampungan. Para tersangka itu berkomplot dan berjejaring dengan menyasar rekening-rekening dormant.
”Dua tersangka, yakni C alias K dan DH, juga diduga terlibat dalam kasus penculikan kepala cabang yang saat ini ditangani oleh Polda Metro Jaya,” kata Helfi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
