Potret Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. (TNI AD)
JawaPos.com - Serka N dan Kopada FH sudah menjadi tersangka dalam kasus penculikan kepala cabang (kacab) bank BUMN Cempaka Putih. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, kedua prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu tengah bermasalah hingga dicari oleh satuan asalnya.
Berdasar informasi dari Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta, kedua prajurit TNI AD tersebut berasal dari Detasemen Markas Kopassus. Wahyu memang tidak menjelaskan secara terperinci permasalahan yang tengah dihadapi oleh kedua prajurit itu. Namun, dipastikan bahwa perbuatan mereka dalam kasus penculikan kacab bank BUMN Cempaka Putih tidak terkait dengan satuan asal.
”Jadi, dua anggota tersebut itu statusnya memang sedang ada permasalahan dan dia meninggalkan satuan. Tentu saat dia melaksanakan perbuatannya yang berkaitan dengan permasalahan kemarin, itu tidak dalam kontrol pengendalian dari satuan, itu mereka permasalahan secara personal,” terang Wahyu.
Yang jelas, jenderal bintang satu TNI AD itu menyatakan bahwa kedua prajurit Kopassus tersebut sedang dicari oleh satuan asal karena bermasalah. Mereka dicari lantaran telah meninggalkan satuan asal tanpa kejelasan. Meski begitu, Angkatan Darat memastikan tetap melakukan evaluasi. Salah satunya evaluasi berkaitan dengan pengendalian diri prajurit di lingkungan luar satuan.
”Hal-hal seperti itu tentu menjadi bahan evaluasi kepada TNI AD. Karena setiap prajurit harus bisa mengendalikan dirinya dari pengaruh-pengaruh lingkungan. Karena seperti yang disampaikan pada rilis (Poldam Metro Jaya dan Pomdam Jaya), keterlibatannya kan dia diajak, ditawari dengan suatu kondisi tertentu. Sehingga itu yang menjadi bahan evaluasi kepada seluruh jajaran TNI AD,” ucap Wahyu.
Melalui evaluasi tersebut, TNI AD ingin seluruh prajurit dapat mengendalikan diri ketika berada di luar satuan. Termasuk saat melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan urusan personal. Sebab, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, nama baik satuan dan nama baik Angkatan Darat juga akan terpengaruh. Sebagai prajurit, seluruh personel TNI AD wajib menjaga nama baik institusi.
”Bahwa saat melaksanakan kegiatan di lingkungan harus betul-betul memiliki pengendalian diri yang baik, sehingga betul-betul bisa memisahkan mana suatu kegiatan yang bersama lingkungannya itu yang positif, mana yang berisiko, baik untuk personal maupun satuan. Itu yang selalu kami ingatkan,” tegasnya.
Keterlibatan 2 prajurit TNI AD itu bermula dari kedatangan tersangka JP menemui Serka N. Dari pertemuan tersebut, Serka N mengajak Kopda FH. Keduanya lantas terlibat dalam penculikan dan pembunuhan korban. Bahkan Kopda FH berada di lokasi penculikan ketika tersangka dari klaster penculikan beraksi. Penculikan korban terjadi di Lokasi Parkir Lottemart Pasar Rebo pada 20 Agustus lalu.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
