
ilustrasi penculikan .(Antara/Sutherstock via Jawa Pos )
JawaPos.com - DH atau Dwi Hartono memiliki pengikut cukup banyak di media sosial. Jumlahnya sudah puluhan ribu. Sampai 13 Agustus 2025, dia masih aktif membagikan aktivitasnya melalui akun Instagram @klanhartono. Siapa sangka, satu pekan kemudian, pada 20 Agustus 2025, DH menjadi otak di balik kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta.
Korban adalah kepala cabang (kacab) bank BUMN yang berkantor di Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus). Sehari sebelum ditemukan tewas mengenaskan di wilayah Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Ilham diangkut paksa oleh para penculik. Dia dibawa dari lokasi parkir salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Timur (Jaktim). Tidak sampai 24 jam, Ilham ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Kasus itu mulanya ditangani oleh Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim). Namun, kini Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya yang menangani kasus tersebut. Serangkaian penyelidikan dan penyidikan akhirnya menyeret DH. Oleh polisi, pria yang dikenal sebagai motivator itu ditangkap di Solo, Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat pekan lalu (22/8).
Tidak sendirian, DH ditangkap bersama 2 tersangka lainnya berinisial YJ dan AA. Dari Solo, penangkapan berlanjut ke wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara (Jakut). Polisi mengamankan C dari lokasi tersebut. Bersama YJ, AA, dan C, DH dijadikan tersangka dengan peran sebagai aktor intelektual atau otak penculikan dan pembunuhan Ilham.
”Yang jelas kami sudah membenarkan tadi bahwa saudara DH adalah seorang pengusaha atau salah satu bidang usahanya adalah bimbel online,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya saat ditanya oleh awak media ihwal latar belakang D.
Pada akun Instagram-nya, DH menyematkan sejumlah informasi. Diantaranya terkait dengan berbagai kegiatan yang dia lakoni sebagai pengusaha bidang properti, perkebunan, trading, pendidikan, ecommerce, fashion, hingga skin care. Dia menyematkan informasi berkaitan dengan yayasan bernama Hartono Foundation fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM.
Belakangan, diketahui juga bahwa DH adalah mahasiswa magister manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Kampus Jakarta. Atas kasus hukum yang menyeret mahasiswa magister semester 1 tersebut, UGM telah mengambil sikap tegas. Yakni menonaktifkan DH dari segala aktivitas studi di UGM.
”Penonaktifan (DH) ditetapkan melalui surat resmi dari Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari,” kata Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
