
Barang bukti kasus judi online dihadirkan saat rilis di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/6/2024).
JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggencarkan sosialisasi untuk menjauhi segala bentuk perjudian. Termasuk judi online alias judol. Apalagi, Dirjen Bimas Islam Kemenag masuk dalam struktur Satgas Pemberantasan Judi Online.
Sosialisasi judol itu di antaranya melibatkan penghulu dan penyuluh agama. Dua profesi tersebut sangat dekat dengan keseharian masyarakat. Para penghulu, misalnya, dapat melakukan sosialisasi kepada setiap pasangan mempelai yang akan dinikahkan.
”Kami rencananya membuatkan surat edaran kepada penyuluh dan penghulu,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin kemarin (23/6).
Para penyuluh dan penghulu, tegas Kamaruddin, memang harus responsif terhadap realitas dan dinamika di tengah masyarakat. Ketika judol marak dan sangat merugikan masyarakat, secara otomatis para penyuluh dan penghulu harus aktif memberikan bimbingan kepada masyarakat. ”Judi, apa pun bentuknya, dilarang dan bertentangan dengan agama,” tandasnya.
Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kawiyan mendesak pemerintah segera melakukan pencegahan secara masif dan luas dengan sasaran anak-anak dan orang tua. Dia menegaskan, dampak judol pada anak sebagai korban maupun pelaku bisa sangat fatal. Anak akan mengalami ketergantungan, terutama pada hal-hal yang spekulatif, halusinasi, hingga akhirnya berujung depresi.
”Mereka mimpi tinggi dapat uang besar dengan cara mudah, menganggap setelah kalah akan menang, padahal pasti kalah lagi dan lagi. Sehingga akhirnya mengalami gangguan kesehatan mental,” ungkapnya.
Kawiyan mengakui, di era digital saat ini, aksesibilitas anak-anak pada perangkat digital dan internet begitu mudah. Berdasar data BPS, 88,9 persen anak Indonesia usia 5–17 tahun sudah tersambung dengan internet. Sebagian besar dari mereka mengonsumsi media sosial. ”Sementara, kita tahu apa yang ada di media sosial, banyak konten yang tidak terkonfirmasi kebenarannya, tidak tersensor dan terverifikasi, yang dapat dengan mudah ditonton anak-anak,” jelasnya.
Tidak hanya dalam bentuk perkataan yang tidak semestinya, ada pula adegan kekerasan, pornografi, hingga perjudian online ada di sana. Karena itu, Kawiyan menekankan perlunya pengawasan dan pendampingan orang tua. ”Anak-anak rentan terhadap kecanduan judi online ini juga lantaran aksesibilitas dan keterpaparan. Hampir semua daerah di Indonesia sudah tersambung dengan internet. Problemnya, banyak anak yang beraktivitas di ranah daring tidak mendapatkan pengawasan dan pendampingan dari orang tua dengan baik,” paparnya.
Di sisi lain, terdapat fakta bahwa operator judol berada di perbatasan Kamboja, Thailand, dan Myanmar, sementara yang diduga bos judol justru menikmati hidup di Indonesia. Mereka berlindung dengan celah hukum bahwa judi legal di Kamboja.
Pakar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menerangkan, Kamboja dan Myanmar dipastikan merupakan negara yang melegalkan judi. Karena itu, kedua negara menjadi tempat favorit untuk para bandar judi membawa perusahaan dan uangnya.
Hikmahanto yang kerap ke KBRI Phnom Penh, Kamboja, menemukan pelaku judol yang bermasalah mencari perlindungan ke KBRI. Mereka kabur karena bermasalah dengan bos atau majikannya. ”Operator judi ini biasanya dari Sihanoukville, sebuah kota judi di Kamboja. Mereka lari ke Phnom Penh yang ada KBRI,” urainya.
Dari para operator judi asal Indonesia itu diketahui fakta bahwa bos judol ini sebagian besar asal Indonesia. Mereka menargetkan korbannya masyarakat Indonesia. ”Bos judi online ini membawa perusahaan dan uangnya ke Kamboja,” terangnya. ”Kalau ditanya kenapa tidak diproses hukum, mereka berlindung dengan hukum dari Kamboja yang melegalkan judi,” imbuh dia.
Menurut Hikmahanto, diperlukan sejumlah langkah menangani judol. Yang pertama, edukasi ke masyarakat. Kedua, mencari pelanggaran hukum yang dilakukan bos judol di Indonesia. ”Yang terakhir, judi online ini harus dibawa Indonesia agar dibahas di tingkat ASEAN untuk menemukan solusi bersama,” tuturnya. (idr/wan/lum/mia/c9/fal)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
