Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2020 | 00.11 WIB

Kena Tipu, Perusahaan Eks Mendag Gita Wirjawan Rugi Rp 33 M

BRGANTI KOMANDO: Gita Wirjawan (kiri) dan Ketua Umum PBSI yang baru Wiranto. - Image

BRGANTI KOMANDO: Gita Wirjawan (kiri) dan Ketua Umum PBSI yang baru Wiranto.

JawaPos.com - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menjadi korban penipuan berkedok investasi pembangunan apartemen. Akibat peristiwa ini, anak perusahaan Ancora Grup, PT MAJ Bekasi Sejahtera yang dimiliki Gita mengalami kerugian puluhan miliar.

Saat itu Gita ditawari investasi pembangunan apartemen di kawasan Cibubur, Jakarta Timur oleh tersangka Harry Goenawidjaja dan tersangka Irza Ifdial. PT MAJ akhirnya menyerahkan uang Rp 33 miliar kepada kedua tersangka sebagai mahar pembebasan lahan dan pengurusan izin.

Namun, lahan tersebut ternyata tidak pernah dijual oleh pemiliknya kepada kedua tersangka. PT MAJ akhirnya menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, akhirnya menetapkan Harry dan Irza sebagai tersangka dan langsung ditahan. Uang dari perusahaan Gita Wirjawan diduga digunakan untuk membeli kendaraan-kendaraan mewah seperti Lamborghini dan Mc Laren.

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Waspada Investasi (GWI) Ilham Januar mengatakan, kasus tersebut merupakan modus baru untuk mengelabuhi perusahaan-perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus lebih waspada terhadap penipuan seperti ini.

Baca juga: Lucky Hakim Kena Tipu Oknum PNS Kemendag Rp 8,8 Miliar

"Iya, ini modus baru untuk mengelabuhi perusahaan-perusahaan yang lagi mau ekspansi, sehingga mudah tergiur dengan Penawaran-penawaran investasi begini," ujar Ilham kepada wartawan, Selasa (3/11).

Ia menilai, tindakan para pelaku sangat tidak manusiawi. Karena menggunakan uang investasi untuk gaya hidup mewah. "Ini sih kotor ya, karena menipu untuk menunjang gaya hidup, beli Lamborghini dan lainnya, sangat memalukan" imbuhnya.

Ilham menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam menerima penawaran Investasi. "Karena korbannya bukan hanya dari kalangan bawah, faktanya kali ini mantan menteri jadi korban," jelasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=3ylUgGLNOSc

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore