
BNN meralat pernyataan Prabowo soal 72 kartel narkoba di Indonesia. Menurut BNN, jaringan narkoba di Indonesia bukanlah kartel.
JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak sepakat dengan pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Yakni soal adanya 72 kartel narkoba di Indonesia.
Kepala Humas BNN, Sulistyo Pudjo mengatakan, jaringan kartel kekuatannya lebih besar. Sementara bandar atau jaringan narkoba di Indonesia tidak demikian.
"Kok kartel, ini seperti Pablo Escobar (gembong narkoba di Kolombia). Kalau kartel itu seakan-akan melewati kekuatan negara lah. Kartel ini lebih kuat dari negara. (Jaringan di Indonesia) ini tidak," ujar Sulistyo kepada JawaPos.com, Sabtu (9/3).
Sulistyo juga meralat pernyataan Prabowo soal 72 kartel narkoba. Jumlahnya justru lebih dari itu, tapi bukan kartel.
"Ada sekitar 80 jaringan di Indonesia. Kami sudah punya data-datanya. Kalau jaringan itu bergerak, BNN segera melakukan penangkapan," tegas dia.
Sulistyo memaparkan bahwa dalam hal melakukan penindakan, BNN tak asal tangkap. Sekalipun pihaknya memiliki data seputar jejak hitam mereka.
"Nangkap ini kan harus ada bukti. Kalau ada jaringan diciduk, harus orang dengan barang buktinya. Kalau main tangkap enggak ada barang bukti, ya nuduh orang. Sia-sia," pungkasnya.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pidato di kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) pada Jumat (8/3). Prabowo awalnya berbicara soal bahaya narkotika yang menggerogoti generasi muda Indonesia. Prabowo lantas menyampaikan data BNN sampai 2015.
"BNN sendiri mengatakan bahwa sampai 2015, pengguna narkoba itu 5,9 juta. Tapi nggak ada data dari 2016, 2017, dan 2018. Tapi kalau lihat kenaikan data penambahan sama, kemungkinan 8 juta," jelas Prabowo.
"Delapan juta anak-anak kita kena narkoba. Berarti bayangkan lebih besar dari penduduk Singapura. Kalau diteruskan 10 tahun lagi, bagaimana, mau? Dua puluh juta anak-anak kita candu narkoba," lanjut dia.
Prabowo lantas mengatakan saat ini ada 72 kartel narkoba masuk ke dalam negeri. Prabowo menegaskan jumlah tersebut berdasarkan data yang dia terima dari BNN.
"Dari BNN sendiri, kepolisian, mengatakan ada 72 kartel internasional masuk Indonesia. Saya pakai semua data resmi, saya tidak ngarang, saya tidak berani bikin hoaks-hoaks," pungkas Prabowo.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
